By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: 107 Warga Pulang Pisau Terjangkit DBD, 3 Orang Meninggal Dunia
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » Pulang Pisau » 107 Warga Pulang Pisau Terjangkit DBD, 3 Orang Meninggal Dunia

107 Warga Pulang Pisau Terjangkit DBD, 3 Orang Meninggal Dunia

20 Februari 2024
Share
Kepala Bidang P2P Dinkes Pulpis dr H Jamil Muslim
SHARE

PULANG PISAU – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pulang Pisau menyentuh angka ratusan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga 18 Febuari 2024, kasus DBD di Pulang Pisau telah menyentuh angka 107 kasus, dengan jumlah kematian 3 orang.

Banyak masyarakat resah dengan tingginya angka kasus DBD, hingga meminta kepada Dinkes melakukan fogging atau pengasapan di wilayah yang tercatat tinggi kasus DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Pulpis dr H Jamil Muslim saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Mentaren Pulang Pisau, Senin (19/2/2024), mengungkapkan bahwa fogging bukan solusi yang baik untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

“Pengasapan atau fogging bukanlah cara ampuh untuk memutus rantai nyamuk penyebab Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa, sementara jentiknya tidak mati,” kata Jamil.

Jamil bahkan menyebut fogging memiliki dampak yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Dalam asap fogging terdapat banyak polutan (zat pencemar) yang dapat mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah.

“Jadi setelah pelaksanaan fogging dapat mengganggu kesehatan warga baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Jamil.
Ia menghimbau kepada masyarakat, agar yang lebih utama dilakukan dalam pencegahan terjangkitnya DBD adalah dengan melakukan 3M

“Solusi terbaik dalam pencegahan terjangkitnya DBD yang utama adalah peran keluarga, salah satunya dengan 3M, Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat penampungan air, Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia,” pungkasnya. (MWF)

Kolaborasi Pemkab Pulpis dan Pemprov Kalteng, 1.500 Paket Sembako Dibagi Gratis
Jalan Trans Kalimantan Ruas Kalteng-Kalsel Berlubang-lubang, Pemudik Perlu Hati-hati
Peringati Harjad Ke-67 Provinsi Kalteng, Waket II DPRD Pulang Pisau Bacakan UUD 1945
Dibuka Pj Bupati, Karang Taruna Pulpis Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak
Turnamen Bupati Cup 2023 di Pulang Pisau Berakhir, Ini Daftar Lengkap Juara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?