By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: 93 Desa di Pulang Pisau Berstatus Maju dan Berkembang, Hanya 2 Tertinggal
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » Pulang Pisau » 93 Desa di Pulang Pisau Berstatus Maju dan Berkembang, Hanya 2 Tertinggal

93 Desa di Pulang Pisau Berstatus Maju dan Berkembang, Hanya 2 Tertinggal

1 Februari 2024
Share
Kepala DPMD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo.
SHARE

PULANG PISAU – Jumlah desa tertinggal di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mengalami penurunan drastis. Diperlukan upaya dan strategi untuk mendorong desa yang masuk kategori tertinggal menjadi desa berkembang.

Dari total 95 desa di Kabupaten Pulang Pisau, hampir semua berstatus maju dan berkembang. Hanya dua yang masih kategori tertinggal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pulang Pisau Herman Wibowo menyampaikan, sebelumnya ada 12 desa masuk kategori tertinggal, kemudian turun menjadi enam dan turun lagi kini menjadi dua desa.

“Data terakhir 2022, desa maju 52 desa, desa berkembang ada 41 dan desa tertinggal ada dua,” kata Herman, Rabu (31/1/2024).

Dua desa yang masih berstatus tertinggal, yakni Desa Kiapak di Kecamatan Kahayan Kuala dan Sei Hambawang di Kecamatan Sebangau Kuala. “Jadi kalau kita bicara hari ini tentang pembangun di Kabupaten Pulang Pisau cukup terlihat progresnya. Mudahan tahun ini, dua desa ini bisa terangkat statusnya dari tertinggal menjadi berkembang,” katanya.

Herman mengakui masih ada pekerjaan rumah untuk tingkatkan status dua desa ini. Perlu intervensi dari semua pemangku kepentingan. Kemudian melalui dana desa, maupun intervensi dari Kabupaten, ia mengharapkan bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan desa. Perjalanan dana desa yang dimulai dari 2014 ini sudah memberikan dampak yang positif untuk kemajuan desa.

Targetnya, kata Herman, bukan hanya mendorong dari desa terpencil menjadi desa berkembang, tapi juga mendorong desa maju menjadi desa mandiri. Karena pencapaian tertinggi keberhasilan dalam membangun suatu desa yakni naik level menjadi desa mandiri.

Untuk mengukur desa tertinggal atau tidak, ada kuesioner yang harus diisi oleh desa tersebut. Mengisi kuesioner dengan menggunakan aplikasi dan sudah melakukan pendampingan untuk mengisi. “Desa yang belum ada fasilitas internet, bisa mengisi kuesioner di kantor DPMD dan kami dampingi dalam melakukan pengisian,” katanya.

Adapun indikator yang dinilai, mulai dari sosial, ketahan ekonomi dan ketahanan ekologi. Instrumen penilaian untuk mengukur suatu desa berkembang, sudah tersedia infrastruktur dan sarana prasarana antara lain ada bangunan sekolah, Puskesmas atau Pustu, internet, listrik dan sarana pra sarana lainnya.

Dijelaskan Herman, terkait sosial artinya berbicara tentang infrastruktur seperti pendidikan dengan tersedianya pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai SMA. Kesehatan, ada Puskesmas atau Pustu dan tenaga kesehatannya. Kemudian terkait ekonomi, ada pelayanan pasar, pelayanan ekonomi, kantor pos, kemudian terbangun internet, listrik dan lainnya.

“Terkait ekologi atau lingkungan, bagaimana melakukan mitigasi bencana dan yang lainnya. Untuk mengerjakan semua itu perlu dukungan dari instansi lain juga,” pungkas Herman. (MWF)

Dana Daerah Terbatas, Legislator Pulpis Ini Ajak Usulkan Program ke Pemerintahan Pusat
Ketua DPRD Pulpis Harapkan Pesparawi XVII Jadi Ajang Mempererat Silaturahmi
Sekolah Lansia di Pulang Pisau, Pelajar Berusia 60 Sampai 80 Tahun, Ini yang Mereka Pelajari
Pj Bupati Pulpis: Maknai Pergantian Tahun Sebagai Kesempatan Bermuhasabah
DPRD Sarankan Armada Pengangkut Sampah Ditambah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?