PALANGKARAYA – Kebakaran rumah terjadi lagi di Kota Palangkaraya. Sebuah barak delapan pintu di Jalan Bukit Gloria, kawasan Bukit Keminting, Kelurahan Palangka, Kecamatan jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), ludes dilalap api pada Rabu (16/4/2025) pagi. Sehari sebelumnya, Selasa (15/4/2025) pagi, dua buah toko di Jalan G Obos Palangkaraya, juga ludes dilalap Si Jago Merah.
Barak delapan pintu yang terbakar pada Rabu pagi, diketahui milik Jhon Kurniawan (43), personel Ditlantas Polda Kalteng. Saat kejadian, Jhon sedang bertugas. Ia mendapat kabar dari teman, dan langsung menuju baraknya. Ketika tiba, Jhon melihat rumah yang dibangun dari hasil tabungan itu sudah terbakar hampir separuh.
Kepada wartawan, Jhon mengaku tak bisa memastikan kapan bisa membangun kembali baraknya seperti sedia kala. Karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mencapai ratusan juta.
Berita terkait:
Kebakaran di G Obos Palangkaraya, Toko Mebel dan Toko Sprei Ludes
Kapal Dagang Terbakar saat Sandar di Tumpung Laung Barito Utara
Ketua Tim Rescue 112 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangkaraya, Sucipto, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 08.10 WIB. Satu regu Tim TRC langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka dibantu personel TNI, Polri, Dishut Provinsi Kalteng, dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Se-Palangkaraya.
Setibanya di lokasi kejadian, kata Sucipto, api telah membumbung tinggi. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.47 WIB,” katanya. Berdasarkan keterangan dari saksi, api muncul dari bagian tengah barak yang kemudian membesar.
Api kian membesar akibat terdapat barang-barang yang mudah terbakar dari dalam barak. Berdasarkan pemeriksaan awal, api muncul akibat adanya korsleting listrik atau arus pendek. “Akhir-akhir ini marak terjadi kebakaran di Kota Palangka Raya, saya mengimbau warga untuk memerhatikan kondisi kabel di rumah masing-masing,” kata Sucipto.
Barak delapan pintu itu dihuni rata-rata para mahasiswa salah satu kampus negeri yang tidak jauh dari tempat itu. Muni (20), salah satu penghuni kos, mengaku saat kejadian ia masih tidur. Ia terbangun karena mendengar suara rebut-ribut.
“Ada yang teriak kebakaran-kebakaran, apinya langsung gede, hampir semua penghuni kos lagi tidur dan ada juga yang lagi kuliah, jadi hanya sempat menyelamatkan barang seadanya,” kata Muni kepada wartawan.
Dengan keadaan panik dan lutut bergetar, dia melangkah dengan hanya membawa satu handphone. Barang miliknya, seperti ijazah, laptop, handphone, kulkas, dompet, pakaian, KTP, KK, ATM dan yang lainnya hangus terbakar. “Panik, langsung lemes, langsung bangun, langsung kaget semua. Tapi beruntungnya selamat, tapi cuma sedikit aja barang yang bisa diselamatkan, sisanya habis terbakar,” ucapnya. (VK1)


