PALANGKARAYA – Dua orang siswi salah satu SMP di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), terpaksa meminta bantuan polisi setelah hubungan tanpa status (HTS) dengan dua orang pemuda berakhir masalah rumit. Kedua remaja perempuan itu, sebut saja Mawar dan Melati, sama-sama berusia 15 tahun dan kini masih berstatus siswi SMP, diperdayai teman prianya.
Bermula saat Mawar dan Melati jalan-jalan ke Pelabuhan Flamboyan, Kota Palangkaraya, akhir Maret 2026 lalu. Saat itu Mawar didatangi seorang pemuda, sebut saja Kumbang (18), warga Flamboyan Bawah, dan keduanya berkenalan kemudian bertukar nomor kontak.
Kumbang dan Mawar lalu rutin menjalin komunikasi via whatsapp. Meski menjalin hubungan tanpa status (HTS), Kumbang berani meminta hal yang mustahil. Ia meminta Mawar merekam diri saat mandi, dan melakukan masturbasi. Bukannya menolak, si gadis bau kencur itu manut saja. Ia merekam aden mandi bugil dan masturbasi, lalu dikirim kepada Kumbang.
Melihat gelagat si gadis yang manut-manus saja, Kumbang berani meminta lebih. Kumbang mengajak Mawar untuk melakukan hubungan seks di wisma. Bukan hanya berdua, Kumbang juga meminta Mawar mengajak temannya, Melati. Ia berencana membawa temannya, dan ingin berhubungan badan dua pasang.
Mereka pun sepakat, dan menyewa salah satu kamar losmen. Adegan itu lalu dilakukan seperti di film dewasa. Dalam satu kamar yang sama, Kumbang melakukan hubungan seks dengan Mawar, sementara Melati meladeni teman Kumbang, sebut saja Capung.
Tanpa malu-malu, dua pasang anak remaja yang baru kenalan itu melakukan hubungan seks secara bareng-bareng. Setelah sama-sama puas, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Hubungan tanpa status itu terus berjalan. Belakangan Kumbang baru tahu ternyata Mawar memiliki pacar. Kumbang yang kesal lalu mengancam menyebarkan video Mawar saat mandi dan masturbasi.
Mawar lalu mendatangi Melati, keduanya lalu mendatangi Tim Virtual Bidang Humas Polda Kalteng, Sabtu (4/4/2026) malam. Ketua Tim Virtual Bidang Humas Polda Kalteng Ipda Shamsuddin atau yang akrab disapa Cak Sam, bersama Mawar dan Melati mendatangi rumah Kumbang di Flamboyan Bawah. Dalam mediasi, Cak Sam meminta Kumbang menghapus video syur Mawar.
Cak Sam juga melakukan pembinaan kepada dua pasang remaja itu. Ia meminta mereka tidak melakukan seks bebas, karena dapat merusak masa depan dan melanggar hukum meski dilakukan atas dasar suka sama suka. Persoalan itu pun berakhir damai, dan mereka sepekat untuk tidak mengulangi perbuatannya. (VK1)


