PALANGKARAYA – Mal Pelayanan Publik (MPP) Huma Betang yang dibangun Pemko Palangkaraya untuk menjadi pusat layanan bagi warga kota, telah memiliki gedung mewah di Jalan Yos Sudarso Palangkaraya. Ada 14 organisasi perangkat daerah, lembaga vertikal dan sebagainya, yang terdaftar menjadi mitra untuk melakukan pelayanan publik di MPP Huma Betang.
Namun sayangnya, dari 14 mitra yang terdaftar tersebut, belum seluruhnya melaksanakan pelayanan di MPP Huma Betang. Hal ini ditemukan saat Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Subandi, meninjau MPP Huma Betang, Senin (17/2/2025).
Peninjauan oleh Ketua DPRD ditujukan untuk memastikan pelayanan kepada publik berjalan optimal. Subandi mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu fungsi dewan dalam hal pengawasan. “Untuk itu saya ingin memastikan bahwa pelayanan di MPP Huma Betang ini benar-benar berjalan dengan optimal,” katanya usai meninjau MPP.
Politisi Partai Golkar ini mengakui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah berupaya meningkatkan fasilitas serta bangunan MPP Huma Betang hingga berstandar nasional. Hal ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik. Saat peninjauan, Ketua DPRD didampingi langsung oleh Kepala DPMPTSP Kota Vallery Budianto.
“Artinya saran waktu dulu saya masih menjabat sebagai ketua komisi A DPRD Kota Palangkaraya didengar dan dijalankan sehingga MPP Huma Betang terus berkembang,” ucapnya.
“Harapan saya DPMPTSP Kota Palangkaraya ke depan dapat menjalin sinergi kembali bersama 14 mitra yang telah melakukan MoU, untuk mempertanyakan komitmen mereka,” ujarnya.
Kepala DPMPTSP Kota Palangkaraya, Vallery Budianto, menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Palangkaraya. Dia siap menindaklanjuti masukan dari Ketua DPRD Kota Palangka Raya, dengan mengundang kembali 14 mitra kerja untuk mempertanyakan komitmen mereka dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal di MPP Huma Betang.
“Tentunya di MPP Huma Betang ini tidak hanya berbicara tentang pelayanan saja, tetapi juga inovasi-inovasi agar masyarakat dapat lebih mudah dan nyaman ketika mendapatkan pelayanan,” kata Vallery. (VK1)


