PALANGKARAYA- Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palangkaraya dari sektor pajak, menunjukan hasil menggemberikan. Hingga akhir September tahun 2025, tercatat penerimaan pajak sudah mencapai 76,25 persen dari target. Kerja keras Pemko Palangkaraya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), mendapat apresiasi dari jajaran DPRD setempat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Palangkaraya, Hap Baperdu, menilai capaian tersebut mencerminkan kerja keras pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui upaya inovatif yang memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka. “Capaian yang sangat positif, kita apresiasi kerja keras Pemko melalui Bapenda,” kata Hab Baperdu, Rabu (8/10/2025).
Dia menjelaskan, sejumlah program jemput bola seperti Ngaliling Lewu, Ngaliling Pasar, dan Ngaliling Kantor terbukti efektif dalam memperluas jangkauan layanan pajak ke berbagai lapisan masyarakat. Dia menilai upaya Bapenda cukup progresif dalam memperluas akses layanan pajak ke masyarakat. Program jemput bola ini mampu mendekatkan pelayanan, terutama bagi wajib pajak yang sibuk atau tinggal di wilayah pinggiran.
Hap menambahkan, program jemput bola yang diterapkan secara rutin di berbagai lokasi strategis tidak hanya membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mempercepat proses realisasi pendapatan daerah.
Meski mencatat angka capaian yang bagus, Hap Baperdu tetap memberikan beberapa catatan. “Masih ada ruang perbaikan, khususnya dalam penguatan digitalisasi sistem pajak daerah. Selain itu, sistem berbasis digital mampu membuat pelayanan lebih efisien, cepat, dan transparan,” katanya.
Integrasi data digital sangat penting untuk membantu Bapenda dalam validasi objek pajak, pemantauan realisasi, hingga pencegahan kebocoran pendapatan. Hap juga mendorong ke depan Bapenda terus berinovasi melalui pengembangan aplikasi pembayaran pajak terpadu yang mudah diakses masyarakat.
Dengan cara itu, dia meyakini akurasi data dan kepercayaan publik terhadap sistem pajak daerah di Kota Palangkaraya akan semakin meningkat. Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat basis PAD yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar target pajak dapat tercapai secara optimal. (VK1)


