BUNTOK – Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), saat ini sedang darurat musibah banjir. Ada tiga kabupaten yang sedang terendam, yakni Barito Utara, Murung Raya dan Barito Selatan. Data pemerintah menyebutkan, sebanyak 31.054 Kepala Keluarga atau 94.542 jiwa terdampak langsung. Ada 1.322 fasilitas umum dan 20.348 unit rumah mengalami kerusakan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng bersama pemerintah daerah kabupaten di DAS Barito, saat ini sedang melakukan penanganan banjir. Pada Minggu (27/4/2025), Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Forkopimda Provinsi, bertemu para Bupati se-DAS Barito.
Rapat dipimpin Gubernur Agustiar Sabran didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalteng, Aryawan. Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan. Hadir Bupati Barito Selatan, Bupati Murung Raya, Pj Bupati Barito Utara, Wakil Bupati Barito Timur, unsur Forkopimda Kabupaten Barito Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan, serta Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Pj Sekda Bartim, dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur.
Dalam arahannya, Gubernur menyoroti kondisi darurat akibat banjir yang melanda tiga kabupaten di wilayah DAS Barito. Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi telah menyalurkan bantuan logistik hingga 75 ton untuk masyarakat terdampak, dan mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam pemulihan pasca bencana.
Pertemuan ini juga menjadi forum strategis untuk membahas sejumlah isu penting yang berdampak langsung terhadap masyarakat di wilayah Sungai Barito, khususnya terkait penanganan bencana banjir, pelaksanaan Program Kartu Huma Betang, serta rencana Transmigrasi Lokal sebagai solusi jangka panjang.
Gubernur Agustiar menegaskan bahwa Pemprov Kalteng juga fokus pada solusi jangka panjang, salah satunya melalui Program Transmigrasi Lokal yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas. “Program ini bertujuan merelokasi masyarakat terdampak ke kawasan yang lebih aman, sekaligus memberikan kesempatan hidup yang lebih layak dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain itu, Pemprov Kalteng akan meluncurkan Program Prioritas Kartu Huma Betang sebagai bentuk perhatian nyata kepada masyarakat. “Kartu Huma Betang menjadi instrumen terpadu untuk berbagai layanan, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Gubernur Agustiar juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung Program Prioritas Kartu Huma Betang sebagai bentuk pembangunan berbasis budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat Dayak. “Saya berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat terus terjaga, agar kita dapat membangun kembali wilayah ini dengan lebih baik dan kuat pascabencana,” pungkasnya.
Jajaran Pemprov yang ikut hadir, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalteng, Plt Sekretaris Daerah Leonard S Ampung, para Staf Ahli Gubernur, serta Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng. (VK1/VK5/MMCKalteng)
Baca berita terkait:
Banjir Muara Teweh Telan Korban, 5 Remaja Hanyut saat Bermain Ban, 1 Hilang
5 Kabupaten di Kalteng Banjir, 2.558 Rumah dan 72 Fasilitas Umum Terendam


