KUALA KAPUAS – Masyarakat terutama para peternak babi di wilayah hulu Kabupaten Kapuas merana setelah adanya dugaan serangan demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di wilayah itu, dalam sepekan terakhir. Ada dua desa di Kecamatan Mandau Telawang yang melaporkan kejadian kematian ternak babi akibat dugaan serangan ASF. Mandau Telawang merupakan daerah paling ujung Kabupaten Kapuas di wilayah hulu, berbatasan dengan Kabupaten Murung Raya.
Kepala Desa Tumbang Tihis, Kecamatan Mandau Telawang, Ade M mengatakan, hingga Sabtu (3/2/2024) kemarin sudah ada delapan ekor ternak babi yang mati mendadak. “Ada 8 ekor yang mati dalam sehari,” kata Ade saat dihubungi via telepon, Sabtu malam.
Kondisi ternak babi sebelum mati, mengalami gejala seperti batuk-batuk serta tidak mau makan. Setelah mati terlihat tanda bercak-bercak merah pada kulit babi, sementara dari mulut mengeluarkan busa. Ade mengaku sudah melaporkan kejadian ini pada dinas terkait di Kabupaten Kapuas. “Kami harap segera ada tindak lanjut, selamatkan ternak babi warga yang masih hidup,” kata Ade.
Sebelumnya, pada Jumat (2/2/2024), Kepala Desa Tumbang Manyarung, Usistira, juga melaporkan kematian puluhan ternak babi. Desa Tumbang Manyarung berdekatan dengan Desa Tumbang Tihis. “Total ada 13 ekor babi yang mati sampai hari ini,” kata Usistira, Jumat sore. Tak hanya ternak babi, lanjut Usis, puluha ekor ayam kampung juga mati mendadak. “Kalau ayam yang mati 15 ekor,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kapuas, drh Anik K saat dikonfirmasi, mengaku sudah menerima laporan terkait matinya ternaik babi piaraan warga di Mandau Talawang. Melihat dari gejala dan tanda pada tubuh yang muncul, Anik mengaku ternak babi itu kemungkinan terserang penyakit CSF(Clasical Swine Fever) atau ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika.
“Kita sudah terima laporan atas kejadian ini, dan saya sudah perintahkan PPL untuk mengambil sampelnya. Melihat tanda dan gejala sebelum hewan babi piaraan warga yang mati tersebut, dugaan kita semua akibat terserang penyakit CSF atau ASF,” katanya.
Wilayah Kabupaten Kapuas pada tahun 2021 pernah juga diserang wabah ASF. Saat itu tercatat ada ratusan bahkan ribuan ternak babi yang mati. Wabah ini pernah melanda wilayah lain di Kalteng, seperti Palangkaraya, Pulang Pisau, Gunung Mas dan lainnya. (VK5)


