PALANGKARAYA – Umat Islam akan segera memasuki bulan Ramadhan 1447 H atau tahun 2026 Masehi. Di bulan suci ini, seluruh umat Islam yang sudah memenuhi syarat akan melakukan ibadah puasa. Ibadah ini juga diikuti para pelajar.
Berkaitan dengan itu, anggota Komisi III DPRD Kota Palangkaraya, Hasan Busyairi, mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan dilakukan dengan penyesuaian menu. “Jadi MBG tetap berjalan saja, tetapi kami mengusulkan menunya diubah agar bukan menu basah seperti biasanya, tetapi menjadi menu kering,” kata Hasan, Rabu (4/2/2026).
Perubahan menu tersebut bertujuan agar makanan yang dibagikan dapat lebih praktis dan tidak mudah basi, mengingat siswa berpuasa dan tidak langsung mengonsumsi di sekolah. Hasan menjelaskan, menu kering memudahkan siswa yang beragama Islam untuk membawa pulang paket MBG dan menyantapnya saat waktu berbuka puasa.
“Dengan menu kering, anak-anak bisa menyimpannya terlebih dahulu dan dimakan saat berbuka. Ini tentu lebih sesuai dengan kondisi Ramadhan,” ujarnya. Selain penyesuaian menu, Hasan juga mengusulkan agar penggunaan ompreng atau wadah makan yang biasa digunakan diganti dengan kemasan yang lebih fleksibel untuk dibawa pulang.
Ia mencontohkan penggunaan tas sederhana seperti tote bag atau tas jinjing (berbahan kain) yang dinilai lebih praktis dan ramah lingkungan. “Biasanya dibungkus pakai tas, seperti tote bag atau bungkus kain kecil. Hari Sabtu kan juga sudah ada yang pakai itu,” katanya.
Hasan menilai, kemasan yang bisa dibawa pulang juga akan meminimalkan sisa makanan serta menjaga kualitas makanan hingga waktu berbuka. Usulan tersebut sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan, dengan penyesuaian teknis sesuai kondisi di lapangan. “Setahu saya BGN memang memberikan kebijakan, bulan puasa tetap jalan. Hanya saja makanannya dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah,” kata Hasan. (VK1)


