PALANGKA RAYA – Peristiwa dugaan keracunan massal yang menimpah peserta dan pengunjung Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) I Kalteng, Minggu (23/11/2025), di GOR Indoor Palangkaraya, menyita perhatian Gubernur H Agustiar Sabran. Orang nomor satu di Kalteng itu membesuk para korban yang masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Betang Pambelum, Minggu malam.
Gubernur mengunjungi satu per satu para korban dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Gubernur menyapa para korban yang rata-rata anak-anak dan remaja, memberikan penguatan agar tetap semangat. “Kita doakan semua anak-anakku cepat sembuh, supaya bisa sekolah kembali ya,” kata Gubernur.
Baca berita terkait:
Puluhan Peserta Pesparani I Kalteng Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan Usai Sarapan Pagi
Usai membesuk para korban, kepada awak media, Gubernur menyatakan rasa syukurnya, sebab para korban mulai membaik. Gubernur juga menyebut dugaan sementara memang mengarah pada kemungkinan keracunan makanan. Namun ia menekankan pihaknya menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang.
“Kejadian ini betul diduga keracunan, tapi kita tunggu hasil pihak yang berwajib. Jangan berspekulasi dulu, kita harus pastikan semuanya berdasarkan pemeriksaan resmi,” ujarnya. Pemprov Kalteng, kata Gubernur, akan menindaklanjuti kejadian ini secara serius. Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan dari pihak penyedia makanan, maka penindakan hukum akan dilakukan sesuai prosedur.
“Tentu kita selidiki dulu. Kalau ada yang terlibat, itu sudah masuk ranah kriminal. Jika tidak ada unsur kesengajaan, nanti pihak berwajib yang menentukan langkah selanjutnya,” katanya. Dalam koordinasinya bersama panitia Pesparani, Gubernur Agustiar mengungkapkan bahwa peserta yang mengalami musibah ini berasal dari Palangkaraya.
“Saat kami koordinasi dengan ketua panitianya, dari tiga kabupaten/kota yang hadir, hanya Kota Palangka Raya saja yang terdampak. Catering-nya juga berbeda-beda, termasuk waktu makan masing-masing rombongan,” jelasnya.
“Kita doakan saja. Tidak ada yang menginginkan musibah seperti ini terjadi. Syukurnya, banyak yang sudah stabil dan bahkan ada yang diperbolehkan pulang. Yang kami temui tadi juga sudah banyak yang tersenyum,” kata Gubernur.
Terkait biaya perawatan para korban, Gubernur memastikan bahwa seluruh biaya perawatan peserta yang terdampak sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. “Biaya pengobatan semuanya dijamin oleh Pemprov Kalteng. Ini musibah, dan kita memastikan mereka mendapatkan penanganan terbaik,” pungkas Gubernur.
Sementara, Ketua Panitia Pesparani I Kalteng, Sutoyo, mengatakan dari 38 peserta yang dilarikan ke Rumah Sakit, tinggal 24 orang yang masih dalam pengawasan. “Berdasarkan laporan dokter, terdapat 14 pasien yang dirawat inap, 5 orang menunggu proses pemulangan, dan 5 orang menjalani skrining lanjutan,” kata Sutoyo saat diwawancarai awak media di lobby RS Betang Pambelum.
Sutyono yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng ini, membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut. Ia memilih tidak berspekulasi mengenai unsur kelalaian maupun rencana pelaporan. “Biarkan instansi terkait bekerja sesuai tugasnya. Kita tidak pernah mengharapkan kejadian seperti ini, apalagi ini acara keagamaan. Harapannya tentu damai dan tenteram. Kalau musibah sudah terjadi, itu di luar kemampuan kita,” tegasnya.
Meski demikian, kata Sutoyo, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada pihak katering terkait proses pengolahan hingga penyajian makanan. “Kami sudah tanyakan semuanya, dari cara memasaknya, bagaimana penyajiannya dan siapa yang mengantar. Dari penilaian saya, tempat penyajiannya sudah memenuhi syarat. Namun untuk memastikan penyebab pastinya, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang,” ucapnya.
Faktor waktu konsumsi juga menjadi perhatian panitia. Sebagian peserta tidak langsung menyantap sarapan karena mendahulukan ibadah. “Seharusnya dimakan pagi, tapi ada yang makan siang setelah ibadah. Mungkin itu salah satu penyebab mereka jadi lebih terganggu kondisinya,” ujarnya.
Sutoyo berharap seluruh peserta yang masih dirawat segera pulih dan dapat kembali beraktivitas. “Kita doakan saudara-saudara kita segera sehat dan kembali berlatih seperti biasa,” pungkasnya. Pesparani I Kalteng digelar di GOR Indoor Palangkaraya mulai Jumat (21/11/2025) hingga Minggu (23/11/2025). Kegiatan ini diikuti para peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Kalteng. (VK1)


