PALANGKARAYA – Gereja Katolik Paroki Katedral Santa Maria Palangkaraya menggelar peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2025, Minggu (27/7/2025). Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama setengah hari, dimulai dengan Misa Kudus pada pagi hari pukul 07.00 WIB, di Gereja Katedral, Jalan Tjilik Riwut Km1 Palangkaraya. Misa dipimpin Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF sebagai selebran utama, bersama 6 orang Pastor konselebran.
Usai misa, kegiatan dilanjutkan screening kesehatan bagi para lansia, di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Tjilik Riwut Kompleks Gereja Katedral. Selanjutnya ada juga bincang-bincang tentang kesehatan lansia dan tips hidup sehat dan bahagia di usia senja. Materi bincang-bincang ini dibawakan dr Asty Selevani dari Rumah Sakit Primaya Betang Pambelum Palangkaraya.
Ratusan lansia se-Paroki Katedral Palangkaraya hadir dalam kegiatan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2025 ini. Kegiatan di aula GSG juga diselingi dengan hiburan dan pembagian hadiah doorprize bagi peserta yang beruntung.
Ketua Seksi Kerasulan Keluarga Dewan Pastoral Paroki (DPP) Katedral Palangkaraya, Yosep Maria Sahdan Ruslan, selaku penanggung jawab kegiatan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2025, mengatakan digelarnya kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari imbauan Komisi Keluarga Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
“Sekitar awal Juni 2025, saya mendapat surat dari KWI, agar Ketua Komisi Keluarga setiap Keuskupan di Indonesia dengan Seksi terkait di Paroki, melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2025,” kata Yosep Ruslan, yang juga dipercaya sebagai Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Palangkaraya.
Setelah surat dari KWI, lanjut Yosep Ruslan, ada juga surat dari Uskup Palangkaraya yang isinya juga imbauan bagi setiap Paroki di wilayah Keuskupan Palangkaraya, agar menggelar kegiatan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun ini .
“Jadi saluran berkatnya itu turun dari KWI ke Keuskupan kemudian turun lagi ke Paroki-paroki,” katanya.
Yosep Ruslan juga mengatakan, peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia selalu mendapat dukungan dari Pastor Paroki Katedral RD Patrisius Alu Tampu, baik secara moril maupun pendanaan. Panitia juga menggandeng sejumlah sponsor, mulai dari Rumah Sakit Primaya Betang Pambelum Palangkaraya, Do Re Mi, Bakso Koko Cepeng Bikin Mupeng, Delicie Ice & Coffee, Resto President, Simmax Digital Printing & Advertising, serta Anugrah Notebook dan Le Minerale.
Ketua Panitia Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia Tahun 2025 Paroki Katedral Palangkaraya, Adriana Tamo Ina, mengatakan kegiatan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun ini merupakan yang Ke-5.
Penetapan Hari Kakek Nenek dan Lansia setiap tahun diputuskan bertepatan atau berdekatan dengan peringatan Pesta Santo Yoakim dan Santa Anna, orangtua dari Bunda Maria, kakek dan nenek dari Yesus. Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2025 mengangkat tema “Berbahagialah orang yang tidak kehilangan harapan”.
Dijelaskan Adriana, kegiatan tahun ini diikuti hampir 200 peserta lansia yang merupakan utusan tiap Lingkungan di wilayah Paroki Katedral dan Paguyuban Lansia Santo Sebastianus. Adriana menyatakan sangat bersyukur sebab kegiatan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2025 ini berjalan baik dan sukses.
Peserta sangat antusias dan aktif. Bahkan dalam sesi diskusi bincang-bincang kesehatan lansia, banyak peserta yang bertanya. “Panitia bersyukur karena acara berlangsung sukses. Terima terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat aktif, terutama para sponsor yang sudah mendukung acara ini,” katanya.
Pesan Uskup bagi Lansia
Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF, usai kegiatan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia 2025, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Usai memimpin misa di Gereja Katedral, Uskup juga mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan di aula GSG.
Uskup dalam wawancara dengaan media, mengatakan Hari Kakek Nenek dan Lansia yang diperingati setiap minggu ke-4 bulan Juli, adalah bentuk penghargaan dan penghormatan bagi para lansia. Ini sesuai perintah dan hukum Tuhan, hormatilah orangtua.
“Umat Allah sebagai orang beriman wajib melaksanakan perintah Tuhan sekaligus menunjukkan penghormatan kepada orangtua melalui tindakan konkret seperti ini. Supaya para kakek dan nenek dan lansia ini merasa bahagia, damai dan tentram menikmati usia senja,” kata Uskup.
Uskup juga menyebutkan usia lansia adalah usia terberkati, sebagaimana disampaikan dalam kitab suci bahwa usia manusia itu 70 tahun bahkan jika kuat bisa mencapai 80 tahun. “Karena itu kita sebagai orang beriman patut bersyukur jika bisa mencapai usia ini. Waktu hidup yang panjang ini berkat Tuhan, untuk berbuat baik dan lain-lain,” pesan Uskup.
Sebagai juga berpesan agar para lansia tetap semangat, berani untuk menghadapi masa tua, dengan tenang dan damai, karena Allah sendirilah yang menyertai. “Tetap tekun dalam doa hingga Allah memanggil kembali ke pangkuan-Nya,” pesan Uskup. (VK1)


