BUNTOK – Setelah di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara, banjir di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Barito kini melanda Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Pusat kesehatan, pendidikan hingga tempat ibadah lumpuh akibat terendam.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Senin (22/1/2024), menyebutkan 382 fasilitas umum terendam banjir. Fasilitas umum itu meliputi 19 Pos Kesehatan Masyarakat (Poskesdes), 68 tempat ibadah, dan 75 sekolah.
Jumlah warga yang terdampak mencapai 18.750 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 59.013 orang. “Kami minta masyarakat waspada,” kata Kepala Pelaksana BPBD Barsel, Alip Surya, Senin siang.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel langsung menggelar Rapat Koordinasi dan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di wilayah itu.
“Pemkab Barsel telah menetapkan status tanggap darurat di wilayah Barsel selama 14 hari ke depan, sejak hari ini 22 Januari 2024 dan bisa diperpanjang sesuai dengan kebutuhan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Eddy Purwanto usai memimpin Rakor yang diikuti oleh seluruh seluruh kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, dan berbagai lembaga terkait, di Aula kantor Bupati, Senin siang. Pemkab juga akan mendirikan posko penanganan banjir di setiap kecamatan wilayah Barsel. (VK7)


