PALANGKARAYA – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran resmi melaunching program Kartu Huma Betang Sejahtera pada Jumat (20/2/2026). Acara peresmian program yang dijanjikan Gubernur dan Wakil Gubernur saat kampanye Pilkada 2024 itu, berlangsung di Kantor Gubernur Kalteng.
Gubernur didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo. Hadir unsur Forkopimda Kalteng, para pejabat, tokoh masyarakat dan ormas.
Acara diawali Laporan Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung. Dijelaskan, program ini menyasar masyarakat kurang mampu dengan jumlah sekitar 300.000 kepala keluarga (KK) warga Kalteng.
Anggaran sekitar Rp 400 miliar sudah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng tahun 2026.
Gubernur Agustiar Sabran dalam sambutannya menegaskan, peluncuran kartu ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Program Kartu Huma Betang Sejahtera mencakup bantuan biaya sekolah, bantuan biaya kuliah, pelatihan kerja, bantuan iuran layanan kesehatan, bantuan untuk nelayan dan petani, serta bantuan uang tunai. Pemerintah juga menyiapkan delapan unit mobil layanan untuk menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Kami tidak ingin melihat ada anak yang putus sekolah. Kami tidak ingin melihat masyarakat tidak bisa berobat. Cukup dengan KTP saja, layanan kesehatan harus bisa diakses. Kami juga tidak ingin melihat masyarakat tidak bisa makan,” tegasnya.
Ia menambahkan, prinsip pelaksanaan program ini adalah satu rumah satu kartu. Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan sekali, dengan sistem yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan agar program ini berjalan maksimal. Kami sadar program ini tidak mungkin langsung berjalan 100 persen sempurna, karena itu kami memohon dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Gubernur juga membuka ruang kritik yang membangun demi penyempurnaan program tersebut.
Penyaluran bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera dijadwalkan tuntas sebelum Hari Raya Idulfitri, tepatnya H-5 Lebaran. Selain itu, penyaluran bantuan juga akan dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Ini menjadi langkah awal dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah,” kata Gubernur. (VK1)


