Kepala Dinkes Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul.
PALANGKA RAYA – Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami warga Kalteng. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng menyebutkan ada 11.334 warga Kalteng yang menderita ISPA dari bulan Januari hingga September 2023.
Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul, Minggu (8/10/2023), mengatakan penyakit ini disebabkan banyak hal termasuk kabut asap yang saat ini melanda Kalteng akibat kebakaran hutan dan lahan.
Bahkan sebelum terjadinya Karhutla yang menyebabkan kabut asap, pihaknya sudah menangani ribuan ISPA setiap bulannya.
“Perlu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Perlu dipahami yang namanya cuci tangan itu bukan hanya mengatasi Covid-19 tetapi juga mengatasi ISPA. Jadi kita juga tidak bisa menarik kesimpulan semua ISPA yang sudah ribuan saat ini disebabkan oleh asap,” katanya.
“Rokok juga bisa menyebabkan ISPA kemudian debu juga bisa menyebabkan ISPA, bakteri dan virus pun bisa menyebabkan ISPA juga, bahkan 99 persen penyebab ISPA itu disebabkan bakteri dan virus. Maka dengan rajin mencuci tangan, penyebaran virus bisa minimal, sehingga jika masih ada yang terkena ISPA itu benar-benar karena asap bukan karena campuran yang lain,” katanya.
Kemudian harus meminum air secukupnya untuk menghindari dari dehidrasi. Pada saat kondisi musim kemarau, penguapan menjadi tinggi. Orang lebih cepat berkeringat sehingga mudah kehilangan cairan. Harus diganti dengan meminum air secukupnya disertai dengan tambahan seperti buah dan sayuran yang mengandung banyak air.
Ia juga menyampaikan, ketersediaan oksigen saat ini tidak menjadi masalah besar karena setiap saat tersedia, sehingga bagi masyarakat yang menghadapi masalah pernapasan dipersilahkan datang ke masing-masing Puskesmas terdekat dan dokter keluarga terdekat, karena sistem sudah berjalan.
“Kami punya ruang lebih luas untuk menambah relawan, menambah masker, obat-obatan dan oksigen kalau diperlukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sampai saat ini posisi kami persediaan masih cukup untuk sektor kesehatan. Jadi masyarakat harus menggunakan masker yang ada, karena masker saat ini bukan suatu hal yang sulit dicari. Beberapa teman-teman yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sudah mulai membagikan masker kepada masyarakat, dan akan Dinas Kesehatan Provinsi tambah jika sudah mulai habis,” katanya. vk1


