By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Hujan Datang, Waspada Demam Berdarah Mengintai
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » Hujan Datang, Waspada Demam Berdarah Mengintai

Hujan Datang, Waspada Demam Berdarah Mengintai

24 Oktober 2023
Share
SHARE

Nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan virus dengue. 

PALANGKA RAYA – Setelah mengalami kemarau panjang yang disertai kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), akhirnya wilayah Kalteng mulai diguyur hujan, beberapa hari terakhir. Kabut asap pekat perlahan sirna, masyarakat bisa menghirup udara segar kembali.

Namun seiring datangnya hujan, perlu ditingkatkan kewaspadaan karena disertai munculnya penyakit, seperti demam berdarah dengue atau DBD. Penyakit ini ditularkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini dicirikan oleh demam dan perdarahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, melaporkan bahwa kasus DBD biasanya mengalami peningkatan saat musim hujan tiba.

Sejak Januari hingga 17 Oktober 2023, terdapat 241 kasus DBD di Kota Palangka Raya, dengan satu kasus yang mengakibatkan kematian. Penyebaran DBD tidak hanya terjadi selama musim hujan, tetapi juga selama musim kemarau. Menurut Dinkes, pada bulan Agustus terdapat 50 kasus dan September 42 kasus DBD. Sementara dari Januari hingga Juli, kasus DBD berada di bawah 25 kasus.

Andjar Hari Purnomo menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah situasi cuaca yang seringkali berubah antara hujan dan panas. “Salah satunya, karena situasi yang kadang hujan kadang panas, sehingga terjadi tampungan air hujan yang berpotensi jadi tempat biakan nyamuk aedes aegepty,” jelasnya.

Oleh karena itu, Andjar mengajak masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menerapkan 3M Plus.

Menurut Andjar, langkah-langkah tambahan mencakup penaburan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk, kelambu saat tidur, pemeliharaan ikan yang memangsa jentik nyamuk, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.

“Dan 3M yang dmaksud adalah menutup semua tempat penampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas, kemudian mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,” pungkasnya. vk1

 

Wow! Pengemis di Pangkalan Bun Berpenghasilan Rp400 Ribu Per Hari, Diamankan Satpol PP
Penanggulangan Karhutla Butuh Sinergitas Semua Pihak
Ketua DPRD Pulpis: Kualitas Pendidikan Kita Memprihatinkan
Sambut HUT Ke-68 Kalteng, Sekwan: Samakan Persepsi, Jalan Beriringan
Organisasi Sayap Gerindra di Kalteng Usulkan Gibran Jadi Cawapres Prabowo Subianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?