PULANG PISAU – Kecelakaan lalu lintas menjadi salah kejadian paling banyak menelan korban jiwa. Rata-rata pemicunya karena kelalaian pengendara. Lengah sedikit saja bisa berujung hilang nyawa.
Di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sepanjang tahun 2023 ada 73 kasus kecelakaan. Menurut Kasat Lantas Polres Pulang Pisau AKP Nurhadi, angka ini mengalami penurunan dibanding tahun 2022 yang mencapai 87 kasus laka lantas.
“Dari laporan polisi terkait laka lantas di tahun 2023 mengalami penurunan sebanyak 16 persen dari tahun sebelumnya,” kata AKP Nurhadi, Rabu (17/1/2024).
Diakui, ada dua titik daerah paling rawan laka lantas di sepanjang ruas Jalan Trans Kalimantan wilayah Pulang Pisau. Titik pertama yakni daerah tikungan Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir.
Titik rawan kedua perbatasan antara Desa Jabiren dan Desa Pulang, Kecamatan Jabiren Raya. Dua titik ini paling angker, karena terjadi laka lantas paling banyak. Tak sedikit korban jiwa melayang di sini.
Kasat Lantas mengingatkan pengendara sepeda motor maupun mobil agar lebih hati-hati. Sebab faktor paling utama penyebab laka lantas adalah kelelahan dalam berkendara. Apalagi ruas jalan Pulang Pisau adalah wilayah yang ada di tengah-tengah, yang harusnya menjadi tempat beristirahat.
“Misalkan dari Banjar tujuan Palangkaraya atau sebaliknya. Hingga ketika rasa lelah dan ngantuk terus memaksakan perjalanan, bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas di tambah kondisi jalan yang bergelombang. Di wilayah rawan kecelakaan tadi juga sedang ada perbaikan jalan,” kata Kasat.
Sementara itu, dari 73 kasus laka lantas sepanjang 2023, kendaraan yang paling banyak mengalami kecelakaan adalah roda dua. “Kita tidak henti-hentinya memberikan imbauan melalui sosialis terkait rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm SNI. Juga pengendara yang menempuh perjalanan jauh sebaiknya istirahat di rest area yang disiapkan,” pesan AKP Nurhadi. (MWF)


