KUALA KAPUAS – Jembatan rangka baja yang dibangun membentang di atas Sungai Terusan Kapuas, menghubungkan Terusan Raya dan Terusan Raya Seberang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), ambruk pada Sabtu (22/2/2025) malam.
Rangka baja yang baru dipasang tiba-tiba ambruk sekitar pukul 20.00 WIB. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Penataan Pemukiman (PUPR PKP) Kabupaten Kapuas menyebut rangka jembatan ambruk saat pekerja sedang melakukan proses penyetelan untuk pemasangan besi rangka baja.
“Saat itu posisi seluruh baut belum dikencangkan,” kata Kepala Dinas PUPR PKP Yan Hendri Alle, Minggu (23/2/2025).
Yan mengakui belum mengetahui penyebab pasti ambruknya rangka jembatan. Ia sudah memerintahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPATK) dan pengawas kontraktor Pelaksana untuk mengecek ke lapangan.
“Secepatnya mengangkat dan membersihkan rangka jembatan dari dalam sungai, agar arus transportasi sungai bisa kembali normal,” kata Yan.
Proyek pembangunan jembatan rangka baja ini dikerjakan oleh PT Cipta Karya Mitratama Mandiri Pusat Kuala Kapuas. Proyek dengan nomor kontrak 600.1.10/13/KTRK-BM/DAU/IV/DPUPRPKP/2024Â ini memiliki nilai pagu anggaran Rp 19.771.600.000 (sembilan belas miliar tujuh ratus tujuh puluh satu juta enam ratus ribu rupiah).
Pembangunan jembatan ini dimulai sekitar tahun 2014. Namun setelah terbangun pondasi jembatan pada dua sisi, proyek itu terhenti dan mangkrak. Setelah 10 tahun berlalu tanpa kepastian keberlanjutannya, Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi pada tahun 2024 kembali melanjutkan proyek ini.
Kehadiran jembatan ini menjadi harapan bagi masyarakat di Kecamatan Bataguh, sebab menjadi penghubung antardesa di wilayah itu.
Ambruknya jembatan rangka baja ini, langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang mengkritik proyek itu. Ada juga menyatakan bersyukur, sebab rangka jembatan ambruk saat baru dipasang. “Seandainya ambruk setelah selesai dan digunakan masyarakat, tentu banyak korban jiwa,” kata salah satu netizen. (VK5/VK1)


