PALANGKARAYA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat ada sembilan kasus rabies di provinsi itu, dari Januari hingga Juli 2024. “Jumlah ini terjadi penurunan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Provinsi Kalteng Nina Ariani.
Hal ini diungkapkan Nina dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyakit Hewan Menular se-Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024, di Palangkaraya, Selasa (16/7/2024) lalu. Dari sembilan kasus rabies itu, lanjut Nina, tercatat tiga kasus positif rabies melalui uji FAT.
Menurunnya angka rabies menandakan tingkat keberhasilan program vaksinasi Rabies di Provinsi Kalimantan Tengah. Kesadaran yang tinggi dari petugas vaksinator untuk menjaga rantai dingin vaksinasi menjadi salah satu penunjang keberhasilan vaksinasi yaitu untuk menimbulkan kekebalan atau titer antibodi post vaksinasi.
“Kalimantan Tengah mendapat bantuan vaksin PMK dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk jenis Aerovac, Aftosa dan Cavac FMD sebanyak 16.000 dosis (termasuk vaksin PMK tambahan), dengan realisasi vaksinasi melalui iSIKHNAS sudah mencapai 65% atau 10.319 dosis dan BOP vaksinasi sudah terealisasi 100%,” jelasnya.
Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Mukti Aji mengatakan, sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 121/KPTS/PK.320/M/03/2023 tentang Penetapan Jenis Penyakit Hewan Menular Strategis, telah ditetapkan 18 jenis yang sudah ada di Indonesia. Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) adalah penyakit hewan yang dapat menimbulkan kematian dan/atau angka kesakitan yang tinggi pada hewan, dampak kerugian ekonomi, keresahan masyarakat, dan/atau bersifat zoonotik.
“Kejadian kasus PHMS di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2023-2024 tercatat dari laporan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) dan konfirmasi hasil uji laboratorium yaitu Rabies, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), African Swine Fever (ASF), Avian Influenza (AI), Septicaemia Epizootica (SE), dan Peste Des Petits Ruminants (PPR),” bebernya.
Diantara kasus PMHS yang tercatat di Kalimantan Tengah, Rabies dan AI merupakan penyakit yang dapat menular pada manusia, terutama Rabies hampir selalu berakhir dengan kematian, baik pada hewan maupun pada manusia. (VK1)


