By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Palangkaraya Gelar Ritual Melasti
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Religi » Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Palangkaraya Gelar Ritual Melasti

Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Palangkaraya Gelar Ritual Melasti

Upacara Melasti

17 Maret 2026
Share
Umat Hindu di Palangkaraya saat menggelar upacara Melasti, Senin (16/3/2026). FOTO MCPKY
SHARE

PALANGKARAYA – Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3/2026). Menjelang hari raya itu, ratusan umat Hindu di Kota Palangkaraya melaksanakan ritual Melasti di kawasan Dermaga Tugu Soekarno, Senin (16/3/2026).

Upacara Melasti merupakan tradisi sakral yang bertujuan membersihkan diri dari segala kotoran lahir dan batin. Melalui ritual ini, umat memohon keseimbangan hidup, keselamatan, serta berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam prosesi tersebut, para pemuda Hindu membawa berbagai perlengkapan upacara seperti banten atau sesaji serta benda-benda suci yang akan digunakan dalam rangkaian perayaan Nyepi.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalimantan Tengah, I Wayan Suata, menjelaskan bahwa Melasti menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Hyang Widhi Wasa.

“Melasti adalah proses penyucian diri sebelum umat Hindu menjalani tapa brata penyepian. Ini bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk refleksi agar kehidupan menjadi lebih seimbang,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi tersebut juga dimaknai sebagai upaya melebur berbagai hal negatif dalam diri, sehingga umat dapat memasuki Nyepi dengan hati yang bersih dan penuh ketenangan. Wayan berharap perayaan Nyepi tahun ini dapat berlangsung dengan khidmat dan membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat.  (MCPKY/VK1)

WKRI Cabang Santa Maria Palangkaraya Awali Kegiatan Tahun 2024 dengan Natal Bersama
Gereja Katolik Paroki Katedral Palangkaraya Peringati Hari Kakek Nenek dan Lansia 2025
Sebelum Dilantik, Pengurus WKRI Kalteng Ikuti Rekoleksi
Prof Tiwi Etika, Putri Dayak yang Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Filsafat Agama Hindu
Gubernur Minta Kontingen Kalteng Harumkan Nama Daerah di Pesparani Katolik Nasional III
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?