PALANGKARAYA – Klub sepak bola asal Kalimantan Tengah, Kalteng Putra FC, sedang diujung tanduk. Tim berjuluk Laskar Isen Mulang itu kini terpuruk di dasar klasemen sementara grup D play-off degradasi Liga 2 musim 2023/2024.
Jika dalam dua laga terakhir tak bisa memetik poin penuh, maka tim ini dipastikan turun ke kasta Liga 3 musim depan. Sayangnya, alih-alih mempersiapkan diri menghadapi laga krusial, manajemen dan pemain Kalteng Putra malah terlibat konflik.
Penyebabnya gegara pembayaran gaji yang telat. Saat pertandingan kontra Persipura Jayapura di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, Senin (22/1/2024), para pemain dikabarkan menolak bermain. Mereka turun ke lapangan setelah dibujuk pelatih Eko Tamamie. Hasilnya, Kalteng Putra disikat 2-1.
Kiper Kalteng Putra Shahar Ginanjar usai pertandingan itu, mengakui para pemain tak lagi bersemangat untuk melanjutkan kompetisi. Ini lantaran gaji yang telat.
Merespons sikap para pemain, manajemen Kalteng Putra FC angkat bicara. CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran melalui Manajer Tim, Sigit Wido, mengaku manajemen menahan gaji lantaran para pemain tampil setengah hati.
“Tidak ada masalah soal finansial. Gaji belum dibayar sebagai bentuk hukuman, karena mereka main setengah hati,” kata Sigit Wido, Rabu (24/1/2024).
Sigit juga mengaku keterlambatan gaji hanya 15 hari. Sigit juga mengingatkan pemain soal ancaman tak mau bermain pada dua laga sisa. “Semua sudah ada di dalam kontrak. Jadi pemain jangan ancam manajemen, semua ada sebab akibat,” kata Sigit.
Kalteng Putra pada laga berikutnya dijadwalkan menghadapi PSCS Cilacap, Sabtu (27/1/2024). Jika dalam laga ini Kalteng Putra tak hadir, maka dihukum kalah 3-0, kemudian pengurangan 3 poin, serta membayar denda. Dengan perolehan poin 4 saat ini, maka Kalteng Putra bakal terlempar ke Liga 3 jika hal itu terjadi. (VK1)


