Pj Bupati Pulpis Hj Nunu Andriani saat membantu memadamkan api di Tumbang Nusa, Minggu (1/10/2023).
PULANG PISAU – Sudah sepekan berlalu, kebakaran yang melanda hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) tak juga berhenti. Selama lebih dari sepekan pula, tim gabungan pemadam kebakaran dan relawan dari Pulpis maupun Pemprov Kalteng berjibaku dengan api di daerah itu.
Kebakaran di Tumbang Nusa memicu kabut asap sangat pekat hingga Kota Palangka Raya. Pejabat (Pj) Bupati Pulpis Hj Nunu Andriani, Minggu (01/10/2023), bahkan turun langsung ke lokasi karhutla, dan sekaligus melakukan pembasahan lahan gambut yang terbakar.
Kepada awak media, Hj Nunu mengatakan, tahun 2023 ini kemarau cukup panjang, dan Pemerintah Daerah (Pemda) bersinergi dengan TNI/Polri, serta lainnya, dalam upaya pemadaman. Kondisi seperti ini selalu terjadi ketika kemarau panjang, bahkan yang terparah terjadi tahun 2015 lalu.
“Karena kita selalu mengantisipasi, dan kita berupaya agar tidak kembali parah seperti tahun 2015 lalu. Tahun 2023 ini, karena faktor alam dan human eror, tentunya ini yang menjadi perhatian kita,” papar Hj. Nunu.
Hj. Nunu mengharapkan dukungan dari masyarakat yang berada di wilayah desa dan kecamatan, proaktif bergerak di wilayahnya masing-masing. Kendala yang dihadapi dalam penanganan karhutla cukup beragam, seperti ketersediaan air yang kurang akibat kemarau.
“Untuk permasalahan yang kita hadapi itu sudah kita koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi, dan bahkan kemarin pak Wakil Menteri LHK Alhamdulilah sudah melihat langsung, dan pak Wamen berjanji akan membantu bagi daerah-daerah yang terdampak Karhutla,” katanya.
Hj. Nunu mengatakan status Karhutla dinaikan menjadi Tanggap Darurat. Dengan status tersebut, maka akan dilihat kembali jika nantinya sudah mulai membaik maka akan di cabut kembali. vk4


