By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Kisah Timtom, Orang Utan dari Kalteng yang Viral karena Pulang ‘Sekolah Hutan’ Pakai Perahu
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Peristiwa » Kisah Timtom, Orang Utan dari Kalteng yang Viral karena Pulang ‘Sekolah Hutan’ Pakai Perahu

Kisah Timtom, Orang Utan dari Kalteng yang Viral karena Pulang ‘Sekolah Hutan’ Pakai Perahu

Orang utan

28 Februari 2026
Share
Timtom, Orang utan yang viral karena naik perahu saat pulang 'sekolah Hutan'.
SHARE

PALANGKARAYA – Kisah Orang utan bernama Timtom dari Kalimantan Tengah (Kalteng), viral di linimasa karena aksinya yang unik saat pulang ‘Sekolah Hutan’ dijemput pakai perahu.

Mengutip Detik Kalimantan, Sabtu (28/2/2026), Timtom ditemukan di lingkungan masyarakat di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2016.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng kemudian mengirim Timtom masuk program soft release sejak Januari 2016. Kala itu ia masih berumur 6 bulan. Sekarang Timtom sudah berumur 10,5 tahun.

Timtom menjalani soft release di Camp Buluh, Suaka Margasatwa Lamandau, Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di sana, ia menjalani ‘Sekolah Hutan’ mulai dari belajar memanjat, bergelantung, membuat sarang, hingga belajar memilih makanan alami di hutan. Kini, Timtom masih dalam proses rehabilitasi sebelum akhirnya dilepasliarkan.

Kepala BKSDA Kalteng Andi Muhammad Khadafi menerangkan, Timtom satu minggu sekali dibiasakan bermain ke hutan depan camp hingga berhari-hari. Di sinilah momen Timtom diantar jemput menggunakan perahu.

“Seminggu sekali Timtom dibawa ke hutan seberang sungai depan camp dan dibiarkan bermain sendiri selama 3 sampai 4 hari,” kata Andi.

Andi menjelaskan, perkembangan Timtom dalam memanjat pohon dan mencari makan sudah bagus. Namun kemampuannya membuat sarang masih perlu ditingkatkan.”Kemampuan memanjat pohon dan mencari makan sudah bagus.

Tetapi Tintom jarang membuat sarang dan hanya menggunakan sarang lama bekas orangutan lain untuk digunakan berulang-ulang saat tidur malam hari,” ungkapnya.

Andi menjelaskan lamanya proses rehabilitasi atau ‘sekolah hutan’ tergantung dari bagaimana respon individu orangutan saat ditemukan. Orangutan yang terbiasa hidup sebagai hewan peliharaan, maka dibutuhkan pemulihan yang lebih ekstra.

“Biasanya dilihat dari respon orangutannya. Saya pernah dapat cerita ada orangutan yang gak mau tidur sebelum nonton sinetron dulu,” ungkapnya.Selain itu, tingkatan dalam merehabilitasi juga berbeda-beda.

Hal ini karena usia orangutan saat ditemukan atau saat serah terima dari masyarakat tidak seumuran. Semakin tua usianya, maka proses pemulihan insting liarnya bisa semakin lama.Andi menjelaskan, jika skill membuat sarangnya sudah bagus, maka Timtom akan menjadi kandidat selanjutnya untuk dilepasliarkan.”Jika nanti skill membuat sarangnya sudah bagus, Tintom bisa dijadikan kandidat untuk dilepasliarkan selanjutnya,” pungkasnya. (VK1)

Pria Ini Gemetar saat Tahu Mobil yang Dibeli Ternyata Miliknya yang Hilang Dicuri Orang
Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Murjani Gang Sari Palangkaraya
Rugi Rp100 Juta, Begini Kronologi Kebakaran Dapur di Jalan Cendrawasih Palangkaraya
Hendak Berhubungan Intim, Pemuda Sampit Tusuk Pemilik Warung Gegara Minta Bayar di Depan
Begini Pengakuan Kepsek SMPN 9 Palangkaraya Soal 2 Siswinya yang Tewas Tenggelam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?