KASONGAN – Umat Hindu Kaharingan di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), menyelenggarakan ritual Tiwah, yang dilaksanakan pada tanggal 29 November hingga Desember 2023.
Tiwah merupakan ritual Hindu Kaharingan, agama asli Suku Dayak. Ritual ini dilaksanakan untuk mengantar roh leluhur ke Lewu Tatau, tempat yang digambarkan penuh dengan kedamaian dan ketenangan bersama Sang Pencipta.
Acara Tiwah massal ini terbagi dalam beberapa rangkaian acara besar. Mulai dari pembukaan tiwah, mengangkat tulang orang yang akan di-Tiwah dari kuburan (manggali tulang), penombakan hewan kurban (tabuh), dan terakhir mengantar tulang ke Pambak (Napesan).
Upacara Tiwah merupakan ritual yang dilakukan Suku Dayak yang bertujuan mengantar arwah menuju tempat asal (lewu tatau) bersama Ranying (Dewa tertinggi dalam kepercayaan Kaharingan). Ritual Tiwah bertujuan untuk meluruskan perjalanan salumpuk liau (arwah) menuju Lewu Tatau agar dapat bersatu dengan nenek moyangnya serta sangiang.
Tiwah ini juga memiliki maksud bagi masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah sebagai prosesi untuk melepas kesialan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pada hari pertama pembukuan Tiwah, dilaksanakan kegiatan mendirikan pasar sabulu. Hewan kurban yang dikurbankan dalam ritual Tiwah ini, tujuh ekor sapi dan 35 ekor babi. Untuk kalangan masyarakat umum non Kaharingan, disediakan satu ekor sapi yang dipotong dan disembelih untuk dikonsumsi.
Anggaran untuk ritual Tiwah ini daru swadaya masyarakat, juga sumbangan pihak ketiga. Sedikitnya ada 18 nama arwah yang ditiwahkan dalam acara tiwah masal kali ini.
Masyarakat Desa Petak Bahandang sangat antusias dalam melaksanakan dan mengikuti ritual Tiwah, karena merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun.
(dari: portal.katingankab.go.id)


