By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Melihat Tiwah di Katingan, Ritual Agama Kaharingan Mengantar Roh Leluhur ke Lewu Tatau
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Religi » Melihat Tiwah di Katingan, Ritual Agama Kaharingan Mengantar Roh Leluhur ke Lewu Tatau

Melihat Tiwah di Katingan, Ritual Agama Kaharingan Mengantar Roh Leluhur ke Lewu Tatau

4 Desember 2023
Share
Acara Pisur manawur mampisik anak liyau, salah ritual bagian dari Tiwah.
SHARE

KASONGAN – Umat Hindu Kaharingan di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), menyelenggarakan ritual Tiwah, yang dilaksanakan pada tanggal 29 November hingga Desember 2023.

Tiwah merupakan ritual Hindu Kaharingan, agama asli Suku Dayak. Ritual ini dilaksanakan untuk mengantar roh leluhur ke Lewu Tatau, tempat yang digambarkan penuh dengan kedamaian dan ketenangan bersama Sang Pencipta.

Acara Tiwah massal ini terbagi dalam beberapa rangkaian acara besar. Mulai dari pembukaan tiwah, mengangkat tulang orang yang akan di-Tiwah dari kuburan (manggali tulang), penombakan hewan kurban (tabuh), dan terakhir mengantar tulang ke Pambak (Napesan).

Upacara Tiwah merupakan ritual yang dilakukan Suku Dayak yang bertujuan mengantar arwah menuju tempat asal (lewu tatau) bersama Ranying (Dewa tertinggi dalam kepercayaan Kaharingan). Ritual Tiwah bertujuan untuk meluruskan perjalanan salumpuk liau (arwah) menuju Lewu Tatau agar dapat bersatu dengan nenek moyangnya serta sangiang.

Tiwah ini juga memiliki maksud bagi masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah sebagai prosesi untuk melepas kesialan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pada hari pertama pembukuan Tiwah, dilaksanakan kegiatan mendirikan pasar sabulu. Hewan kurban yang dikurbankan dalam ritual Tiwah ini, tujuh ekor sapi dan 35 ekor babi. Untuk kalangan masyarakat umum non Kaharingan, disediakan satu ekor sapi yang dipotong dan disembelih untuk dikonsumsi.

Anggaran untuk ritual Tiwah ini daru swadaya masyarakat, juga sumbangan pihak ketiga. Sedikitnya ada 18 nama arwah yang ditiwahkan dalam acara tiwah masal kali ini.

Masyarakat Desa Petak Bahandang sangat antusias dalam melaksanakan dan mengikuti ritual Tiwah, karena merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun.

(dari: portal.katingankab.go.id)

Uskup Palangka Raya Apresiasi Peran Penting WKRI
Kobar Juara Umum MTQ Korpri VII Kalteng, Palangka Raya Tuan Rumah MTQ Nasional 2024
Aliansi Rakyat Bersatu Demo DPRD Katingan, Tolak Penertiban Tambang Rakyat
Dihadiri Ratusan Umat, Natal dan Tahun Baru Bersama Paguyuban Dayak Katolik Katedral Meriah
Sekolah di Katingan Mulai Hari Ini Belajar Daring
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?