NANGA BULIK – Untuk ketiga kalinya dalam bulan Maret 2026, sungai-sungai di wilayah Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), makan korban. Kali ini seorang remaja SMP bernama Kristian Rio Ekatama, berusia 14 tahun, tenggelam di Sungai Bulik, Desa Sungkup, Kecamatan Bulik Timur, Lamandau.
Remaja itu tenggelam pada Rabu (18/3/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Menurut informasi dari mantan kepala desa Sungkup, Salpius Hugo, saat itu sekitar pukul 06.30 WIB. korban bersama-sama temannya berangkat mandi ke Sungai Bulik. Sekitar pukul 07.00 WIB, korban terseret air sungai lalu menghilang ditelan arus.
Rekan-rekan korban lalu melaporkan kepada warga, selanjutnya dilakukan pencarian. Hingga berita ini dirilis, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau dan Basarnas Kotawaringin Barat (Kobar), masih terus melakukan pencarian.
Kepala BPBD Lamandau, Hendikel, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan adanya anak yang tenggelam di lokasi tersebut. “Saat ini masih dilakukan pencarian,” katanya saat dihubungi.
Dalam bulan Maret 2026, sudah tiga kali terjadi kasus orang tenggelam di wilayah Lamandau. Kejadian pertama pada Minggu (8/3/2026), seorang pemancing dari Pangkalanbun atas nama Ruswandi (51), tenggelam di Sungai Kinipan, Lamandau. Ruswandi saat itu sedang memancing bersama teman-temannya. Sialnya, perahu yang ditumpangi untuk memancing tenggelam. Rekan korban berhasil selamat, sementara korban tenggelam terseret arus air. Jenazah korban ditemukan tiga hari kemudian, yakni Selasa (10/3/2026).
Kejadian kedua pada Sabtu (14/3/2026). Seorang pemuda bernama Rega Anggi Anggara (25), warga Jalan Pasanah, RT 23 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalanbun, Kotawaringin Barat (Kobar), tenggelam di Sungai Bayat, Kecamatan Belanti Raya, Kabupaten Lamandau. Korban tenggelam saat berenang di sungai itu. Jenazah korban ditemukan pada Minggu (15/3/2026).
Sungai di daerah Lamandau dikenal dengan arus yang deras dan riam-riam. Warga yang berenang di sungai perlu hati-hati, sebab rawan terjadi kecelakaan air. (VK14)


