PALANGKARAYA – Orangtua murid dan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), sepakat berdamai dan saling memaafkan. Perdamaian antara kedua pihak disepakati setelah dilakukan rapat mediasi di balai Kelurahan Tanjung Pinang, Senin (2/9/2024).
Sebelumnya, pada Kamis (29/8/2024), orangtua murid melakukan aksi protes terhadap Kepsek SDN 3 Tanjung Pinang Lilie Resin karena memasukkan sampah ke dalam tas murid-murid. Orangtua murid juga melaporkan Kepsek ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangkaraya.
Rapat mediasi antara orangtua murid dan Kepsek dipimpin Lurah Tanjung Pinang Gerald, didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Pinang Bripka Nur Rohim Wasif. Hadir Kepsek SDN 3 Tanjung Pinang Lilie Resin, para guru, orang tua murid, dan pengawas SD dari Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya. Tampak para anggota Linmas Kelurahan juga hadir berjaga-jaga.
Rapat dimulai pukul 09.00 WIB, sempat alot di permulaan rapat. Masing-masing pihak menyampaikan argumen. Namun para pihak akhirnya saling memaafkan, dan mau berdamai. Baik pihak orangtua murid maupun Kepala Sekolah saling mengakui kekhilafan, meminta maaf dan memaafkan satu sama lain. Rapat berakhir sekitar pukul 10.30 WIB, diakhiri dengan berjabat tangan, saling berangkulan dan bermaaf-maafan, lalu foto bersama.
“Semoga dari kejadian ini kita semua belajar memperbaiki diri agar menjadi lebih baik lagi ke depannya,” kata Lurah Tanjung Pinang Gerald.
“Kami mengajak bapak/ibu, Kepala Sekolah, para guru dan orangtua murid agar mari kita sama-sama menjaga nama baik Kelurahan Tanjung Pinang, memajukan wilayah kita dengan hal positif,” tutup Lurah.
“Dengan adanya perdamaian ini, maka persoalan yang sebelumnya terjadi antara orangtua murid dan Kepala Sekolah sudah selesai, sudah saling memaafkan,” kata Bhabinkamtibmas Bripka Nur Rohim.
“Saya berterima kasih kepada pak Lurah, Pak Bhabin dan pihak-pihak yang sudah memediasi kami, sehingga permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kepsek SDN 3 Tanjung Pinang Lilie Resin.
Lilie meminta maaf atas kekeliruannya memberikan sanksi kepada murid, sehingga memicu protes orangtua tua. “Saya minta maaf atas kejadian yang kemarin, semoga ke depan kami bisa memperbaiki diri, bisa membawa SDN 3 Tanjung Pinang lebih maju lagi. Mohon dukungan dari orangtua murid dan semua pihak,” kata Lilie.
Lilie juga mengklasifikasi pernyataan para guru yang menyebut dirinya terlalu keras dan kasar. “Itu tidak benar. Saya hanya ingin SDN 3 Tanjung Pinang lebih maju dan bisa bersaing. Makanya saya mendisiplinkan para murid dan juga guru-guru,” katanya.
Tuty Rahayu, perwakilan orangtua murid, juga berharap agar ke depan SDN 3 Tanjung Pinang lebih maju dan berkembang. “Kami sudah memaafkan ibu Kepala Sekolah, kami juga meminta maaf. Kita ambil hikmahnya dari kejadian ini, semoga ke depannya Sekolah ini lebih maju dan berkembang,” kata Tuty. (VK1)


