MUARA TEWEH – Pemkab Barito Utara (Barut) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung bergerak cepat melakukan pelebaran jalan kota, setelah Bupati Salahuddin melakukan peletakan batu pertama pada Rabu (18/2/2026).
Kepala DPUPR Barut M Iman Topik mengatakan, tahapan pekerjaan fisik langsung memasuki tahap awal. “Pembongkaran awal kami prioritaskan pada fasilitas dan aset milik Pemerintah Daerah yang berada di sepanjang Jalan Yetro Sinseng,” kata Iman Topik didampingi Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Politik, Ardian, saat meninjau proses pembongkaran, Sabtu (21/2/2026).
DPUPR, lanjut Iman Topik, akan memastikan pekerjaan pelebaran jalan terlaksana dengan baik sesuai arahan Bupati, dan mengacu regulasi serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Sebelumnya, Bupati Salahuddin menegaskan bahwa proyek pelebaran jalan bukan sekadar seremoni pembangunan. “Ini merupakan bagian dari strategi konkret pemerintah daerah dalam mengurai kepadatan lalu lintas yang terus meningkat di pusat kota Muara Teweh,” kata Bupati saat peletakan batu pertama.
Berdasarkan data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), kapasitas jalan saat ini tidak lagi mampu menampung volume kendaraan secara optimal.
Tahap awal pelebaran difokuskan pada Jalan Yetro Sinseng sebelum dilanjutkan ke sejumlah ruas strategis lainnya, seperti Jalan Tumenggung Surapati, Jalan Pramuka, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Perluasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Program pelebaran jalan ini menjadi salah satu agenda prioritas dalam 100 hari kerja Pemkab Barito Utara dan dipantau langsung oleh jajaran pejabat daerah guna memastikan target waktu dan mutu pekerjaan dapat tercapai sesuai rencana. (HMS/VK13)


