PALANGKARAYA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Arton S Dohong menegaskan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan. Sebab, pembangunan berbasis partisipasi pemuda merupakan kunci akselerasi kemajuan daerah.
“Kita memiliki banyak anak muda berbakat, tapi masih kurang wadah dan dukungan untuk menyalurkan ide-ide inovatif mereka,” kata Arton, Selasa (22/7/2025). Menurut dirinya, potensi generasi muda di Kalimantan Tengah sangat besar, namun belum sepenuhnya difasilitasi melalui program yang berkelanjutan dan terarah.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu membangun ekosistem yang memungkinkan pemuda terlibat aktif dalam pengambilan kebijakan, wirausaha, serta kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kebijakan pro-pemuda bukan hanya slogan, tapi harus diwujudkan dalam bentuk akses pelatihan, modal, dan ruang kreatif,” ujarnya.
Arton menyebut, potensi ekonomi kreatif dan digital yang digerakkan anak muda bisa menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan dalam bentuk inkubasi bisnis, pendampingan startup lokal, dan akses pasar digital dinilai penting agar kreativitas anak muda dapat menghasilkan nilai ekonomi.
“Kalau anak muda diberi ruang untuk berkarya, mereka bisa membuka lapangan kerja baru dan menjadi solusi bagi tantangan ketenagakerjaan di daerah,” ujarnya. Selain di sektor ekonomi, Arton juga menyoroti pentingnya pelibatan pemuda dalam bidang sosial, pendidikan, dan lingkungan. Menurutnya, semangat dan kepedulian sosial generasi muda dapat menjadi penggerak perubahan di masyarakat.
“Pemuda punya idealisme dan energi besar, tinggal bagaimana kita mengarahkannya ke hal-hal positif,” katanya. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah menggandeng organisasi kepemudaan dan komunitas lokal dalam merancang program pembangunan yang partisipatif. Keterlibatan langsung ini akan memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kemajuan daerah.
“Sinergi antara pemuda dan pemerintah harus dibangun sejak dini. Dengan begitu, peran mereka tidak hanya simbolik, tapi nyata dalam setiap proses pembangunan,” tegasnya. Arton menambahkan, pembangunan inklusif harus memberi ruang bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pemuda dari daerah pelosok. Akses yang merata terhadap pendidikan, teknologi, dan pelatihan kepemimpinan menjadi modal penting untuk mencetak generasi pemimpin baru.
“Kalau kesempatan hanya berpusat di kota besar, kita akan kehilangan potensi besar dari anak-anak muda di daerah,” ujarnya. Ia berharap, pemerintah menjadikan pemberdayaan pemuda sebagai bagian integral dari visi pembangunan Kalimantan Tengah. “Masa depan daerah ini ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan generasi mudanya hari ini. Beri mereka ruang, dan mereka akan membawa Kalteng lebih maju,” tutup Arton. (VK1)


