SAMPIT – Para pemudik yang menggunakan jasa travel di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), patut waspada. Sebab, dari hasil tes urine yang dilakukan Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran 2026 di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (14/3/2026), diketahui sebanyak enam orang sopir travel positif terindikasi menggunakan narkoba.
Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran 2026 di Sampit terdiri dari sejumlah instansi terkait, seperti Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan lainnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, yang ikut terlibat dalam pemeriksaan urin di Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran 2026, mengatakan pemeriksaan kesehatan dan tes urine menyasar sopir dan kernet bus yang transit di Terminal Patih Rumbih.
Pada Jumat, sebanyak 28 orang diperiksa, hasilnya delapan orang mengalami tekanan darah tinggi, enam gula darah tinggi, tujuh kelebihan berat badan, sedangkan untuk tes narkoba semua negatif. Kemudian, Sabtu (14/3/2026), kegiatan serupa dilaksanakan di kawasan Islamic Center Sampit dengan menyasar para sopir travel atau taksi. Hasil pemeriksaan, enam orang sopir travel terindikasi positif menggunakan narkoba.
“Hasil pemeriksaan hari ini terhadap para sopir travel ada enam orang yang terindikasi positif narkoba. Tapi dalam hal ini kami sebatas pemeriksaan saja, maka untuk tindak lanjutnya kami serahkan ke pihak berwenang,” kata Nugroho.
Nugroho menjelaskan, guna menjamin keselamatan dan keamanan pemudik Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran kembali diaktifkan. Salah satu kegiatannya adalah melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dan tes urine bagi para sopir angkutan umum serta pembantu sopir atau kernet.
Dalam pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini, pihaknya menggandeng Satres Narkoba Polres Kotim dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim. “Kami minta tolong Satlantas dan Dishub memberhentikan travel yang lewat dan para sopir kami minta cek kesehatan sekaligus cek narkoba. Selanjutnya sopir menemui tim kesehatan untuk diperiksa, lalu untuk tes urine dikawal BNNK sampai dapat hasilnya,” ujar Nugroho.
Para sopir yang terindikasi positif narkoba tersebut diminta identitas diri dan diberikan surat tidak layak jalan serta dikenakan wajib lapor. “Kesepakatan waktu rapat kemarin, BNNK yang menangani dari sisi pengguna termasuk rehabilitasinya, lalu dari Satres Narkoba Polres Kotim.itu yang menindaklanjuti pengembangan kasusnya,” jelasnya.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine, pihaknya juga memberikan penyuluhan kepada para pengemudi angkutan tersebut. Contoh, bagi yang mengalami gula darah tinggi yang biasanya mudah lelah, maka disarankan mengurangi makanan tinggi gula dan cukup istirahat, serta memberikan obat-obatan seperlunya.
Kegiatan seperti ini masih berlanjut seiring semakin dekatnya Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Rencananya, Minggu (15/3/2026), pemeriksaan kesehatan dan tes urine akan dilaksanakan di Kecamatan Kota Besi, kawasan Bundaran Nanas, dengan menyasar para sopir travel.
Kemudian, Senin (15/3/2026), kegiatan serupa dilaksanakan di dermaga rakyat di Jalan Iskandar Sampit dengan menyasar para sopir atau driver longboat yang melayani pemudik melalui jalur sungai. (VK5)


