PALANGKARAYA – Setiap tanggal 18 November diperingati sebagai Hari Sawit Nasional. Perayaan Hari Sawit Nasional dimulai pada tahun 2017 oleh Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMS) di kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PKS) Medan, Sumatera Utara.
Luasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia menurut data Kementerian Pertanian (Kementan) RI, sebagaimana diungkap Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alamsyah, saat membuka Munas ASPEKPIR di Grand Suka Hotel, Pekanbaru, 5 November 2023 lalu, mencapai 16,38 juta hektare dan tersebar di 26 Provinsi.
Provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas adalah Riau 3,38 juta Ha, disusul Sumatera Utara 2,07 juta Ha, Kalimantan Barat 1,80 juta Ha, Kalimantan Tengah 1,77 juta Ha, Sumatera Selatan 1,45 juta Ha, Jambi 1,13 juta Ha, Kalimantan Timur 1,28 juta Ha, Sumatera Barat 558 ribu Ha.
Kemudian Kalimantan Selatan 549 ribu hektare, Aceh 535 ribu Ha, Bengkulu 426 ribu Ha, Bangka Belitung 273 ribu Ha, Kepulauan Riau 4.926 Ha, Lampung 268 ribu Ha, Banten 18.365 Ha, Jawa Barat 14.947 Ha, Kalimantan Utara 234 ribu Ha, Â Gorontalo 11.287 Ha, Sulawesi Barat 159 ribu Ha.
Sulawesi Selatan 31.980 ha, Sulawesi Tengah 110 ribu Ha, Sulawesi Tenggara 88.748 ha, Maluku 14.966 Ha, Maluku Utara, 3.980 Ha, Papua 110 ribu Ha dan Papua Barat 58.655 Hektare.
Sementara merujuk data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit dari CPO (crude Palm oil/minyak sawit mentah) dan PKO (Palm kernel oil/minyak inti sawit) tahun 2023 berkisar 4 juta ton lebih setiap bulan.
Produksi CPO dan PKO pada Juni 2023 tercatat 4.421 ribu ton. Angka tersebut lebih rendah 13,0% dibandingkan produksi Mei 2023 sebesar 5.080 ribu ton. Kemudian pada Juli 2023 sebanyak 4.771 ribu ton, Agustus 2023 sebanyak 4.221 ribu ton.
Produksi bulan Mei paling tinggi, diakibatkan peningkatan jumlah TBS yang tidak terpanen pada bulan April akibat libur Lebaran. Ini sering terjadi setiap tahun.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat kinerja sektor kelapa sawit dalam negeri melibatkan 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta tenaga kerja.
Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS Achmad Maulizal Sutawijaya dalam seminar nasional bertema ‘Sawit Memerdekakan Rakyat Indonesia dari Kemiskinan’ yang digelar di Jakarta, 8 Agustus 2023, menyebut perkembangan kelapa sawit Indonesia dibayangi stigma atau kampanye negatif tentang isu kerusakan lingkungan dan deforestasi, legalitas perizinan usaha, hilirisasi industri, hambatan ekspor di negara tujuan, hingga munculnya gangguan atau konflik dengan perkebunan milik rakyat.
Terlepas dari berbagai persoalan yang melanda perkebunan kelapa sawit, sektor ini memberikan sumbangsih yang tak sedikit bagi negara. GAPKI mencatat jumlah devisa negara yang disumbangkan dari sektor sawit pada 2022 mencapai US$39 miliar atau sekitar Rp583 triliun. (vk1)


