By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Pertanian Sumbang 21,5 Persen PDRB Kalteng, Serap 36 Persen Tenaga Kerja
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » Pertanian Sumbang 21,5 Persen PDRB Kalteng, Serap 36 Persen Tenaga Kerja

Pertanian Sumbang 21,5 Persen PDRB Kalteng, Serap 36 Persen Tenaga Kerja

20 Oktober 2024
Share
SHARE

PALANGKARAYA – Sektor pertanian adalah salah satu tulang punggung perekonomian Provinsi Kalteng. Data Pemprov Kalteng maupun Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertanian menyumbang 21,50 persen atau setara Rp44,9 triliun dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalteng tahun 2023. Sektor pertanian juga menyerap tenaga kerja hingga 36 persen per Agustus 2023.

Hal itu diungkapkan Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sensus Pertanian 2023, di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya, pekan kemarin.  “Posisi ini menempatkan sektor pertanian sebagai kontributor utama, disusul oleh sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan,” ujarnya.

Yuas menyebut, selain kontribusi terhadap ekonomi, sektor pertanian juga penyerap tenaga kerja terbesar.  “Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023, sebanyak 36 persen tenaga kerja di Kalimantan Tengah bergantung pada sektor ini. Hal ini berarti bahwa, sektor pertanian tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan mata pencaharian bagi banyak orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Kalteng memasuki fase evaluasi pelaksanaan Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024, sebagai kelanjutan dari Sensus Pertanian 2023. “Survei ini akan memberikan gambaran lebih mendalam mengenai kondisi pertanian dan kesejahteraan para pelaku usahanya. Hasil survei ini menjadi landasan bagi kebijakan, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Provinsi Kalteng mendapatkan kepercayaan besar dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan Program Strategis Nasional Food Estate dan Cetak Sawah Baru, sehingga ke depan diproyeksikan sebagai salah satu Lumbung Pangan Nasional. “Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa hasil survei ini dapat menjadi peta jalan dalam meningkatkan produktivitas, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” bebernya.

Dengan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, Yuas optimis Kalteng akan mampu menghasilkan data yang akurat dan kebijakan yang relevan. “Rakorda ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita semua, untuk mengevaluasi pelaksanaan SEP 2024, merumuskan langkah-langkah strategis, dan memperkuat sinergi antar lembaga. Saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif, memberikan gagasan dan solusi yang inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada,” pungkasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Prov Kalteng Agnes Widiastuti menyampaikan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) adalah kegiatan besar yang dilaksanakan oleh BPS pada tahun 2023 yang merupakan agenda sepuluh tahunan.  “Selanjutnya pada tahun 2024, BPS melaksanakan kegiatan Survei Ekonomi Pertanian (SEP 2024). Kegiatan ini masih merupakan rangkaian kegiatan Sensus Pertanian Tahun 2023. Hasil dari Survei Ekonomi Pertanian berupa potret kesejahteraan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,” tuturnya.

Tujuan pelaksanaan Rakorda ST2023 yaitu melakukan koordinasi untuk mengevaluasi terkait administrasi keuangan, pengolahan data, analisis, dan diseminasi pasca kegiatan pengumpulan data Survei Ekonomi Pertanian 2024.  “Dari pelaksanaan Rakorda ini akan menghasilkan rumusan evaluasi sebagai bahan koreksi serta perbaikan dalam pelaksanaan Sensus Pertanian berikutnya,” tukasnya. (VK1/MMC Kalteng)

Duh, RSUD Mas Amsyar Kasongan Belum Terima CT Scan yang Dijanjikan Jokowi
Sepanjang 2023, Disperkimtan Benahi 36 Ruas Jalan Permukiman
Diusung Gerindra, Edy Pratowo Dapat Warning dari Golkar
Jayadikarta Pimpin Apel Gabungan Perdana Pasca Dilantik Jadi Wabup Pulpis
Hasil Terkini Pilgub Kalteng dari Pleno KPU 11 Kabupaten/Kota, Suara Agustiar-Edy Tetap Terbanyak, Unggul 74.409 Atas Koyem-SHD
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?