PALANGKARAYA – Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan atau cleaning service di salah satu rumah sakit di kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami nasib apes. Mungkin karena sedang galau akibat kelamaan membujang, pria itu sebut saja namanya Palui (26), mencari wanita yang bisa open VCS (video call seks) di aplikasi hijau alias aplikasi dewasa.
Setelah menemukan cewek yang cocok, Palui membayar Rp100 ribu sesuai kesepakatan. Palui dan cewek itu pun melakukan video call sambil masturbasi (VCS). Aksi itu dilakukan pada Minggu (15/3/2026). Tanpa disadari, rupanya wanita diseberang sana diam-diam merekam aktivitas seksual yang dilakukan Palui. Usai VCS, Palui dihubungi seseorang yang meminta agar Palui mengirim sejumlah uang.
Orang itu mengaku memiliki video aktivitas VCS yang baru saja dilakukan Palui. Jika tidak mengirim uang, maka video rekaman itu akan disebarluaskan hingga viral. Palui yang ketakutan akhirnya mentransfer uang Rp500 ribu agar video jangan disebarkan. Namun pelaku meminta uang lagi Rp300 ribu agar video bisa dihapus secara permanen.
Palui pun panik karena merasa dijebak. Atas saran seorang rekannya, Palui lalui meminta bantuan Tim Virtual Bidang Humas Polda Kalteng. “Saya tadi malam terkena jebakan VCS, lalu saya diperas sampai 800 ribu. Dia ancam video saya mau diserbarkan di tiktok, Youtube, Facebook dan twiter. Tolong bantu saya,” kata Palui dalam curhatannya kepada Ketua Tim Virtual Bidang Humas Polda Kalteng, Ipda Shamsuddin atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Cak Sam, Senin (16/3/2025).
Cak Sam kemudian menghubungi pelaku dan memberikan peringatan keras agar tidak menyebarkan konten yang mengandung unsur pornografi karena melanggar hukum. Akhirnya pelaku mengurungkan niatnya dan menghapus video tersebut. Cak Sam kemudian memberikan wejangan kepada Palui agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Stop bugil di depan kamera, stop VCS dengan siapapun, apalagi orang yang baru dikenal di media sosial. VCS bisa direkam layar dan bisa dijadikan alat untuk memeras, ini modus kejahatan,” pesan Cak Sam. Kasus semacam ini sangat sering terjadi. Tak hanya pria, tapi juga banyak wanita yang menjadi korban. Bahkan ada juga ibu rumah tangga, yang berujung pada kerugian hingga puluhan juta rupiah. (VK1)


