Kepala Dinkes Pulpis dr Pande Putu Gina.
PULANG PISAU – Penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mengalami peningkatan sejak wilayah itu dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Agustus 2023 hingga saat ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dr Pande Putu Gina mengatakan, ada lebih dari dua ribu warga yang menderita ISPA pada Agustus dan September. “Penderita Ispa di bulan Agustus 2023 mencapai 1.100 orang, dan September 2023 naik lagi jadi 1.142 orang,” katanya, Kamis (5/10/2023)
“Bisa kita lihat kenaikan penderita Ispa pada saat karhutla, kalau normalnya penderita Ispa di daerah kita rata-rata di bawah itu. Nah, seiring dengan status tanggap darurat ini, kami sekarang memonitoring datanya harian,” tambahnya.
Pande mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, dengan kondisi kualitas udara yang kurang sehat ini. Apalagi bagi anak-anak dan lansia yang rentan menjadi korban. “Masker sudah kita distribusikan ke setiap Puskesmas, masyarakat bisa meminta langsung ke sana,” kata Pande.
Ia juga menyarankan agar perbanyak minum air putih, minimal 2 liter sehari atau 8 gelas. Tujuannya agar tubuh tidak dehidrasi. Selain Ispa, pada musim kemarau ini seperti ini rentan diare. Ini akibat sumber air yang bisa tercemar partikel-partikel pembakaran yang masuk ke sumur. “Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), makanan ditutup biar tidak masuk debu, dan tetap terapkan mencuci tangan pakai sabun,” pungkasnya. vk4


