PALANGKARAYA – Tim sepakbola asal Kalimantan Tengah, Kalteng Putra FC, harus mengubur mimpi untuk tampil di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1 pada musim kompetisi 2014. Alih-alih lolos ke Liga 1, Kalteng Putra malah terseok-seok untuk bertahan di Liga 2. Bahkan jika tersingkir pada babak play-off, tim ini malah akan turun kasta ke Liga 3.
Pada laga penentuan, Selasa (5/12/2023), tim berjuluk Laskar Isen Mulang dipermak Persipal Palu 2 gol tanpa balas. Padahal Kalteng Putra main di hadapan pendukung sendiri di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya.
Kekalahan ini memastikan Kalteng Putra tak lolos ke babak 12 besar, yang akan bersaing naik ke Liga 1. Sementara bagi Persipal Palu, kemenangan itu berpeluang menghantar mereka ke babak 12 besar.
“Dengan kemenangan ini kami mengoleksi 18 poin dan tidak bisa dikejar lagi oleh Persipura Jayapura dan Kalteng Putra, sehingga kami berpeluang besar menemani PSBS Biak dan Persewar Waropen untuk lolos ke 12 besar,” kata Asisten Pelatih Persipal Andika Pratama, dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Di pihak tuan rumah, Pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie menyayangkan hasil pertandingan ini. Eko bahkan menuding kepemimpinan wasit Muhammad Iqbaluddin kurang baik, sehingga sangat berdampak kepada permainan tim Kalteng Putra.
“Apalagi setelah wasit mengeluarkan kartu merah untuk Yanto Basna pada menit 24, sehingga merusak mental bermain anak-anak di lapangan,” katanya.
Eko Tamamie mengakui timnya akan berlaga pada play off untuk berjuang bertahan di Liga 2 Indonesia tahun 2024 mendatang. “Kita akan tetap berjuang pada pertandingan selanjutnya yakni babak play off agar tim ini tetap bertahan di Liga 2 Indonesia,” ungkapnya. (VK1)


