PALANGKARAYA – Setelah menikmati libur Lebaran Idul Fitri 1447 H atau 2026 Masehi, para pemudik mulai berdatangan kembali ke Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui sejumlah bandara dan pelabuhan. Di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, setiap hari lebih dari dua ribu penumpang turun dari pesawat.
Data yang dirilis pihak Bandara Tjilik Riwut per tanggal 25 Maret 2026, jumlah penumpang harian meningkat signifikan. Bahkan semua pesawat mencapai keterisian penumpang hingga 90 persen. “Jumlah penumpang harian yang masuk ke Kalteng melalui Bandara Tjilik Riwut mencapai 2.722 orang. Tingkat keterisian (load factor) bahkan mencapai 90,2 persen dari total kapasitas kursi yang tersedia,” kata Plt Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, Kamis (26/3/2026).
Made menyebut peningkatan penumpang arus balik pada Lebaran Idul Fitri tahun ini meningkat hingga lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu. Dimana pergerakan penumpang arus balik pada Lebaran Idul Fitri tahun 2025 tercatat rata-rata 1.700 orang per hari.
“Pemanfaatan slot penerbangan harian kita mencapai 100 persen, yang artinya seluruh jadwal yang tersedia dioptimalkan dengan baik untuk melayani pemudik,” ujar I Made Darmawan kepada wartawan.
Meskipun trafik harian melonjak, data kumulatif periode 13 Maret hingga 24 Maret 2026 menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu. Total penumpang kumulatif berada di angka 29.436 orang atau turun 10,8% dari tahun 2025 yang mencapai 32.995 orang.
Sementara ketepatan waktu penerbatan atau On Time Performance (OTP), pesawat di Bandara Tjilik Riwut baru mencapai angka 25 persen. Dimana dari 20 penerbangan harian, baru 5 penerbangan yang tepat waktu. Sementara 15 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay. Otoritas Bandara berharap agar pihak maskapai memperbaiki OTP. (VK1)


