PALANGKARAYA – Penduduk miskin di Provinsi Kalteng mencapai 142.170 jiwa berdasarkan data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan III tahun 2023 atau 5,11 persen dari jumlah penduduk Kalteng. Kabar baiknya, jumlah ini masih di bawah Nasional yang mencapai 9,36 persen.
Angka kemiskinan Kalteng tahun 2023 ini mengalami penurunan dibanding tahun 2020 sebesar 5,28 persen atau 146.100 jiwa. Sedangkan untuk tingkat kemiskinan ekstrem, berdasar data tahun 2023,Provinsi Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan menjadi 0,35 persen, dibanding tahun 2022 yang sebesar 1,15 persen. Angka ini juga berada di bawah Nasional tahun 2023 sebesar 1,12 persen.
“Walau mengalami penurunan, namun hal ini jangan mengendorkan upaya kita dalam penanganan kemiskinan,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo, Selasa (28/11/2023).
Wagub mengakui ada arahan terbaru dari Wakil Presiden RI terkait upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Pemerintah daerah diminta memaksimalkan dana insentif untuk kegiatan yang manfaatnya langsung diterima oleh masyarakat.
Salah satunya dengan menggunakan data BNBA P3KE (By Name By Address – Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) untuk menargetkan penerima program kemiskinan ekstrem agar lebih tepat sasaran dalam intervensinya.
Di samping itu, juga dengan mengintensifkan sinergi dan kolaborasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, serta industri di sektor potensial.
“Mewujudkan penurunan kemiskinan, tentunya dibutuhkan komitmen bersama dan kerja keras berbagai pihak terkait,” katanya.
Makin tingginya sinergi dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah, swasta, akademisi, dan masyarakat, serta didukung potensi sumber daya alam yang melimpah, bisa mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Melalui upaya-upaya menyinergikan semua program-program dari pusat dan daerah, sinergitas antar sektor pembangunan yang ada, termasuk percepatan penyerapan dana pembangunan,” harapnya. (VK1)


