PALANGKARAYA – Keikutsertaan kepala daerah kader PDI Perjuangan pada kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah (Jateng), menjadi polemik.
Di satu sisi mereka diwajibkan hadir sesuai instruksi Presiden selaku pimpinan tertinggi pemerintahan. Di sisi lain loyalitas mereka sebagai kader partai dipertaruhkan.
Ini bagai pepatah “Buah simalakama, dimakan mati bapak, tidak dimakan mati ibu”. Presiden Prabowo Subianto mewajibkan semua kepala daerah hadir. Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kadernya menunda keikutsertaan pada retret di Magelang.
Di tengah pilihan yang sulit ini, tak sedikit kepala daerah dari PDIP yang manut pada perintah Presiden. Termasuk di antaranya, menurut informasi, juga para kepala daerah kader PDIP dari Provinsi Kalteng.
Semua kepala daerah kader PDIP dari Kalteng, disebut sudah kumpul di Akmil Magelang sejak Jumat (21/2/2025) pagi. Mereka adalah Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, Bupati Kapuas HM Wiyatno, Bupati Barito Timur M Yamin, dan Bupati Sukamara Masduki.
Ini diketahui dari foto keempat kepala daerah itu, yang beredar di media sosial. Empat Bupati itu sudah mengenakan pakaian loreng hijau lengkap dengan sepatu PDL. Apakah mereka ikut retret? Ini yang belum dapat dipastikan, meski mereka dalam foto sudah memakai seragam peserta.
Kabag Protokol dan Komunikasi Setda Kabupaten Kotim, Harry, yang mendampingi Bupati Halikinnor, mengakui Bupati sudah berada di Magelang. Ia juga menyebut Bupati Kotim sudah registrasi, tapi soal keikutsertaan pada retret, masih menunggu instruksi lanjutan.
Terkait foto Bupati sudah memakai seragam lengkap, Harry menyebut hanya untuk pemeriksaan kelengkapan. “Hanya mengecek kelengkapan pakaian, takutnya ada kekurangan,” kata Harry.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengakui tak tahu pasti, apakah Bupati ikut retret. Sebab ia pun hanya melihat foto. Awalnya Irawati sempat mengatakan bahwa Halikinnor tidak ikut. Namun setelah melihat foto, Irawati menjadi ragu.
“Apakah beliau ikut atau tidak, saya kurang tahu jelas, karena hanya lihat foto,” kata Irawati saat dikonfirmasi wartawan di Sampit.
Sementara, Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi, mengaku belum ada komunikasi dengan Bupati Masduki. “Saya belum bisa komunikasi dengan beliau, nope (nomor HP)-nya gak aktif. Posisi saya sudah di Sukamara,” kata Nur Efendi kepada voxkalteng.com via pesan whatsapp, Jumat sore.
Ditanya kapan terakhir kali bersama Bupati, Wabup menjawab “Malam tadi kami masih ketemu, kebetulan kami sama-sama berangkat subuh. Saya ke Pangkalan Bun, beliau ke Magelang lewat Semarang”.
Sementara, terkait keikutsertaan Bupati Barito Timur M Yamin pada retret di Magelang, Kadis Kominfo Bartim Dwi Aryanto yang dihubungi voxkalteng.com, mengaku tidak tahu pasti. “Sepengetahuan saya semenjak dilantik kemarin, beliau belum balik ke Tamiang Layang,” tulis Dwi dalam pesan WA.
Voxkalteng.com sudah menghubungi M Yamin, namun belum ada jawaban. Demikian juga Bupati Sukamara Masduki dan Bupati Kapuas HM Wiyatno.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, pada Jumat sore mengonfirmasi ada 47 kepala daerah yang menghilang tanpa keterangan. Bima menegaskan, apabila kepala daerah tidak dapat menghadiri retret, maka posisi tersebut akan diisi oleh wakil bupati. Namun jika wakil bupati juga tak bisa hadir, maka harus digantikan oleh sekretaris daerah.
Sebagaimana diketahui, para kepala daerah yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025), diwajibkan mengikuti retret di Akmil Magelang, Jawa Tengah. Retret akan berlangsung selama sepekan, 21-28 Februari 2025.
Namun menjelang pelaksanaan retret, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerbitkan instruksi bagi semua kepala daerah kader PDIP agar menunda keikutsertaan pada kegiatan retret ini. Instruksi itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 7294/IN/DPP/II/2025, diterbitkan pada Kamis (20/2/2025).
Instruksi Megawati sebagai respons PDIP atas penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK. “Diinstruksikan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan, untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025,” tulis poin pertama instruksi tersebut. (VK1)


