By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Wow! Tiket Palangkaraya – Jakarta Tembus Rp200 Juta, Begini Penjelasan Garuda Indonesia
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Headline » Wow! Tiket Palangkaraya – Jakarta Tembus Rp200 Juta, Begini Penjelasan Garuda Indonesia

Wow! Tiket Palangkaraya – Jakarta Tembus Rp200 Juta, Begini Penjelasan Garuda Indonesia

Tiket pesawat

17 Maret 2026
Share
Postingan akun Instagram @sel.mon menayangkan harga tiket pesawat yang tak masuk akal.
SHARE

JAKARTA – Tiket pesawat rute Palangkaraya (PKY) – Jakarta (CGK) bikin heboh media sosial. Ini lantaran harga tiket pesawat yang tak masuk akal.

Dalam unggahan pengguna Threads dengan akun @sel.mon, membagikan tangkapan layar harga tiket pesawat maskapai Garuda.

Dalam unggahannya, ia menunjukkan harga penerbangan rute Palangkaraya menuju Jakarta yang tercantum mencapai Rp202.426.239.

Pemilik akun pun menuliskan keheranannya dengan nada bercanda, “Apakah ini harga pesawat ke bulan? Palangkaraya–Jakarta loh, 200 juta tuh kek mana?”

Yang semakin mengundang perhatian warganet, sistem aplikasi pemesanan justru memberi label “Cheapest” atau paling murah untuk penerbangan berdurasi sekitar 1 jam 45 menit tersebut.

Label ini tentu kontras dengan harga fantastis yang terpampang, membuat banyak orang bertanya-tanya fasilitas super mewah apa yang ditawarkan hingga tiket bisa seharga satu unit mobil baru.

Unggahan ini langsung memicu beragam reaksi di kolom komentar. Warganet ramai-ramai melontarkan candaan, ada yang berseloroh mungkin dapat kursi tidur dengan layanan pijat, makan malam mewah, hingga bonus hotel di awan.

Tak sedikit pula yang berandai-andai, jika memiliki uang sebanyak itu, lebih baik digunakan untuk membeli kendaraan atau modal usaha daripada membeli tiket pesawat dengan harga selangit.

Setelah viral di linimasa, pihak maskapai Garuda Indonesia langsung memberi tanggapan.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Halim, dalam jumpa pers Kemenpar soal Isu Harga Tiket Pesawat, Selasa (17/3/2026), menegaskan harga tersebut bukan berasal dari sistem resmi Garuda Indonesia. Harga tiket yang beredar di media sosial tersebut tidak pernah diajukan dalam struktur tarif maskapai.

“Kemarin sempat viral tiket Palangkaraya ke Jakarta sampai Rp200 juta atas nama Garuda. Itu tidak masuk akal karena kami tidak pernah memfile harga seperti itu,” ujar Reza

Harga tersebut diduga berasal dari platform OTA luar negeri yang tidak memiliki kerja sama langsung dengan maskapai. Garuda mengaku saat ini tengah melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber munculnya harga tersebut di sistem penjualan tiket.

“Kami sedang telusuri karena itu bukan partner kami. Harganya juga tidak pernah kami ajukan dalam filing tarif maskapai,” katanya.

Praktik seperti ini dapat menimbulkan persepsi keliru di masyarakat seolah-olah maskapai menjual tiket dengan harga sangat mahal. Padahal, maskapai tetap terikat pada aturan tarif yang ditetapkan pemerintah, termasuk tarif batas atas dan ketentuan tambahan seperti fuel surcharge.

Dalam kesempatan tersebut, Garuda juga menegaskan tetap mematuhi regulasi pemerintah terkait penetapan harga tiket penerbangan.

“Pada prinsipnya kami tetap comply terhadap ketentuan yang berlaku, baik tarif batas atas maupun aturan fuel surcharge,” ujarnya.

Maskapai berharap ke depan pengawasan terhadap platform penjualan tiket, khususnya yang berbasis di luar negeri, dapat diperkuat agar tidak menampilkan harga yang tidak realistis.

“Harapannya kita bisa melakukan monitoring lebih baik sehingga harga yang ditampilkan tidak mencederai penumpang maupun maskapai,” kata Reza. (VK1)

Polres Barito Utara Tetapkan 3 Tersangka Kasus OTT Politik Uang Pilkada
Konflik Memanas, Manajemen Kalteng Putra Laporkan 23 Pemainnya ke Polda
Begini Penjelasan Pj Bupati Barito Utara Soal Penggeledahan di Kantor Bupati
Empat Penambang Emas Tradisional di Kapuas Tewas Tertimbun Longsor
Duh, RSUD Mas Amsyar Kasongan Belum Terima CT Scan yang Dijanjikan Jokowi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?