PALANGKARAYA – Program nasional Gerakan Baca dan Belajar Nasional merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini patut didukung dan dilaksanakan hingga ke daerah-daerah. Di Provinsi Kalteng, menurut anggota Komisi I DPRD Provinsi, Yeni Maria Marselina Kahta, satuan Pendidikan memberikan respons cepat terhadap Gerakan itu.
“Kita sangat mendukung penguatan gerakan literasi di sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kalau kita lihat, satuan pendidikan di Kalteng sudah melaksanakan gerakan ini. Respons cepat sekolah-sekolah menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Kalteng memiliki kesiapan yang baik dalam mendukung gerakan nasional tersebut,” kata Yeni Maria, Kamis (5/3/2026).
Menurut Yeni, antusiasme para pendidik dan siswa menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan budaya literasi di kalangan pelajar. “Sejumlah sekolah mulai mengintegrasikan kegiatan membaca ke dalam kurikulum harian. Bahkan beberapa telah mengembangkan sudut literasi dan ruang baca alternatif yang dibuat secara mandiri oleh komunitas sekolah,” ucapnya.
Program literasi tersebut dinilai tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca. Lebih dari itu, kegiatan literasi juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran.
“Kita mengapresiasi langkah-langkah sekolah yang mulai mengembangkan perpustakaan digital berbasis aplikasi. Inovasi seperti itu semakin mempermudah akses belajar bagi siswa,” ujarnya. Yeni berharap gerakan literasi di sekolah tidak hanya bersifat sementara.
Ia menilai program tersebut perlu diperkuat secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah. “DPRD Kalteng akan terus mendorong agar kebijakan literasi diperkuat melalui dukungan anggaran dan program lanjutan, dengan melibatkan pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini. (VK1)


