By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Anggota DPRD Kalteng Akui Pemotongan TPP Memberatkan ASN
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » DPRD Provinsi Kalteng » Anggota DPRD Kalteng Akui Pemotongan TPP Memberatkan ASN

Anggota DPRD Kalteng Akui Pemotongan TPP Memberatkan ASN

DPRD Kalteng

27 November 2025
Share
Ketua Komisi II DPRD Kalteng Muhajirin
SHARE

PALANGKARAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhajirin mengakui keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengurangi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga 30 persen, sangat memberatkan.

Muhajirin menyebutkan keputusan itu menjadi dilema bagi pemerintah daerah. Jika tidak dilaksanakan, akan sangat memberatkan bagi keuangan daerah. Jika dilaksanakan, memberatkan ASN.

“Pengaruhnya yang cukup besar terhadap pengaturan keuangan keluarga ASN. Saya pernah jadi ASN, jadi sangat memahami. Apalagi sampai 30 persen, itu sangat terasa dampaknya,” kata mantan Wakil Bupati Kapuas itu, Kamis (27/11/2025).

Meski keputusan ini berat, namun pemotongan ini merupakan langkah yang harus diambil pemerintah daerah, karena kondisi pendapatan daerah tengah mengalami penurunan. “APBD kita sangat jauh menurun,” ujar Muhajirin.

Meski hingga sejauh ini para ASN belum menyampaikan keluhan secara langsung kepada Dewan, namun ia memahami beratnya dampak yang muncul dari pengurangan TPP dalam jumlah besar. Sebagai mantan PNS, ia merasakan sendiri bagaimana sensitifnya perubahan pada pendapatan bulanan.

“ASN biasanya telah memiliki tanggungan dan perhitungan anggaran yang ketat setiap bulannya, mulai dari cicilan hingga kebutuhan keluarga lainnya. Dipotong 30 persen dampaknya besar, mereka akan menghitung ulang lagi atau mereka sendiri menambah jam bekerja untuk mencari sampingan. Biasanya begitu,” katanya. (VK1)

Idul Fitri 1446 H Momen Perkuat Keimanan dan Silaturahmi
DPRD Kalteng: Perlu Pemerataan Pelayanan Publik
Bapemperda DPRD Kalteng Ajukan 16 Raperda dalam Propemperda 2025
Komisi IV DPRD Kalteng RDP dengan Bapperida
Nyelong Inga Simon Dorong Wanita Kalteng Jadi Benteng Keluarga, Lawan Stunting dan Kemiskinan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?