PALANGKARAYA – Fidelis Loe, buruh perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit PT Tewah Bahana Lestari (TBL) yang membuka lahan di wilayah Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mengaku pihak perusahaan sudah membantu proses persalinan istrinya, Helena Heni Loe.
Sebelumnya Fidelis sempat bingung terkait biaya persalinan. Sebab, BPJS Kesehatan dari perusahaan tidak aktif, meskipun gaji mereka rutin dipotong untuk bayar iuran. Fidelis lalu mengadukan persoalan itu kepada wartawan. Setelah berita itu terbit, pihak perusahaan langsung membantu mengurus persalinan istrinya.
“Saya mengklarifikasikan kembali bahwa istri saya atas nama Helena Heni Loe sudah dibantu untuk biaya persalinannya oleh perusahaan PT TBL. Mereka langsung mendampingi di rumah sakit, sehingga proses operasi caesar berjalan baik dan lancar. Anak saya lahir dengan sehat. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan, pak Manajer, Pak KTU, bapak/ibu HRD dan asisten yang langsung membantu saya,” kata Fidelis, Jumat (14/2/2025).
Fidelis juga mengakui proses persalinan berjalan lancar melalui operasi caesar pada Jumat (7/2/2025). Semua biaya dibantu oleh pihak PT TBL, tempat dia bekerja.
Sebelumnya, pada Kamis (6/2/2025), Fidelis sempat panik karena saat mengantar istrinya ke rumah sakit Kuala Kurun, pihak rumah sakit mengatakan bahwa BPJS Kesehatan yang dia miliki tidak aktif.
Fidelis saat itu kebingungan, sebab ia tidak memiliki biaya untuk persalinan. Apalagi dokter mengatakan bahwa persalinan istrinya harus melalui operasi caesar, dan biayanya sangat mahal. Ia pun terpaksa mengadukan hal itu kepada wartawan, dan berita terkait dirinya terbit di media massa.
Pihak perusahaan rupanya langsung merespons hal itu. Pada malam itu juga Kepala Tata Usaha (KTU) dan Manajer serta Asisten langsung mendatangi rumah sakit Kuala Kurun, mengurus administrasi.
Besoknya pada hari Jumat, pihak dokter rumah sakit Kuala Kurun langsung melakukan tindakan. “Karena itu saya mau klarifikasi, kesannya perusahaan mengabaikan saya dan istri. Padahal perusahaan tetap bantu saya,” kata Fidelis.
Manajer kebun PT TBL Fredy Sihombing dalam wawancara via telepon dengan voxkalteng.com, Sabtu (15/2/2025), mengatakan persoalan ini terjadi karena Fidelis tidak melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan. “Ini yang agak kita sesalkan pak, kenapa dia (Fidelis) enggak memberitahukan kepada kita. Padahal kita tetap mau bantu,” kata Fredy.
Fredy mengakui BPJS Kesehatan para karyawan saat itu memang sempat mengalami kendala pada pembayaran iuran. Ini lantaran adanya perubahan sistem di awal tahun. Dan, manajemen perusahaan sedang melakukan upaya untuk segera mengaktifkan kepesertaan para karyawan. Meski sedang berproses, Fredy mengaku tetap akan membantu jika ada karyawan yang sakit.
“Jadi kita tetap bantu pak. Termasuk kasusnya pada Fidelis ini, setelah kita tahu kita langsung turun ke rumah sakit, kita dampingi hingga persalinan berjalan lancar,” kata Fredy.
Fredy berharap persoalan ini tidak melebar serta tidak menjadi preseden buruk bagi perusahaan. “Kami harap semoga klarifikasi ini bisa meluruskan kesalahpahaman yang sudah terjadi,” kata Fredy. (VK1)


