PALANGKARAYA- Menghadapi tentangan persaingan ekonomi global yang semakin kompleks, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, mengingatkan agar pemerintah menggalakkan pembinaan dan peningkatan wawasan perekonomian kepada generasi muda.
“Generasi muda harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai, tidak hanya di bidang ekonomi konvensional, tetapi juga digital, agar mampu bersaing di lapangan,” kata Siti Nafsiah, Senin (7/7/2025).
Menurut dia, pembinaan ekonomi perlu dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, agar pembinaan yang dilakukan benar-benar mampu meningkatkan kemampuan generasi muda. Di mana, program pembinaan ekonomi tersebut dapat mencakup pendidikan ekonomi sejak di bangku sekolah, pelatihan kewirausahaan berbasis digital hingga kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM muda.
“Wajib bagi pemerintah provinsi untuk memastikan generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah,” tegas Nafsiah.
Legislator Kalteng itu menilai, banyak pemuda di provinsi ini yang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi kreatif. Namun, kurangnya pembinaan dan keterbatasan akses sering kali menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha mereka.
Dirinya pun berharap, melalui pembinaan ekonomi yang terarah dan tepat sasaran, generasi muda di daerah ini bisa menjadi agen perubahan yang menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau kita berikan pembinaan yang serius dan dukungan kebijakan yang berpihak, saya yakin generasi muda akan menjadi kekuatan utama pembangunan ekonomi Kalteng ke depan,” ujarnya.
Nafsiah pun menegaskan bahwa pihak di Komisi II DPRD Kalteng, siap mendukung pemerintah provinsi dalam menciptakan kebijakan untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam berkarya.
Hal ini dilakukan agar kedepan generasi muda tidak hanya menjadi penonton saja di daerahnya sendiri, melainkan juga menjadi pelaku yang nantinya dapat memajukan daerah.
“Pemprov wajib memberikan ruang dan akses yang luas bagi generasi muda, termasuk kemudahan dalam memperoleh pembiayaan untuk memulai usaha, terutama bagi pelaku UMKM muda,” kata Nafsiah. (VK1)


