PULANG PISAU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau menyusun strategi dalam penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.
Ma’ruf Kurkhi, Sekretaris DP3AP2KB Pulang Pisau, menyampaikan saat ini Kabupaten Pulang Pisau masih menempati urutan ke empat di Kalimantan Tengah untuk kasus stunting tertinggi.
“Hasil survei melalui aplikasi Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) dari data terakhir, stunting di Pulang Pisau masih di angka 18 persen, masih tinggi dari target rata-rata Nasional,” kata Ma’ruf saat diwawancarai di kantornya, Jalan Mentaren, Kecamatan Kahayan Hilir, Pulang Pisau, Rabu (17/1/2024).
Ma’ruf mengaku pihaknya mulai menyusun strategi untuk penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau. Salah satu yang akan dikerjakan adalah mini Loka karya pada minggu ke-3 bulan Januari 2024 ini.
Mini Loka karya ini untuk menggali data dari desa-desa melalui kecamatan yang akan dilibatkan. Perwakilan semua kecamatan akan dihadirkan secara virtual. “Hasil dari mini Loka karya ini kami mengharapkan dapat data yang benar-benar akurat, jumlah stunting mulai dari balita di semua desa,” katanya.
Terkait pencegahan stunting, Ma’ruf mengatakan akan menyasar dan mendata ibu hamil, calon pengantin dan ibu yang dalam masa Nifas. “Kemudian kita akan melakukan evaluasi di triwulan berikutnya, apakah ada penurunan atau tidak. Jika tidak ada perubahan, kita melakukan audit,” pungkasnya.
Voxkalteng.com mencoba menggali pandangan masyarakat terkait stunting. Tasya, salah satu warga Jalan Pananjung Tarung, Pulang Pisau, menyarankan perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus terkait apa itu stunting.
“Sosialisasi kepada ibu hamil supaya tahu soal gizi untuk anaknya,” katanya. Di sisi lain, kata Tasya, orangtua terutama para ibu perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup terkait asupan gizi anak dan pola hidup sehat. “Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah (dalam penurunan kasus stunting). Masyarakat harus berperan,” katanya. (MWF)


