By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Kasus Stunting di Pulpis Masih Tertinggi Ke-4 Kalteng, Ini yang Akan Dilakukan DP3AP2KB
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » Pulang Pisau » Kasus Stunting di Pulpis Masih Tertinggi Ke-4 Kalteng, Ini yang Akan Dilakukan DP3AP2KB

Kasus Stunting di Pulpis Masih Tertinggi Ke-4 Kalteng, Ini yang Akan Dilakukan DP3AP2KB

18 Januari 2024
Share
Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau Ma'ruf Kurkhi.
SHARE

PULANG PISAU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau menyusun strategi dalam penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.

Ma’ruf Kurkhi, Sekretaris DP3AP2KB Pulang Pisau, menyampaikan saat ini Kabupaten Pulang Pisau masih menempati urutan ke empat di Kalimantan Tengah untuk kasus stunting tertinggi.

“Hasil survei melalui aplikasi Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) dari data terakhir, stunting di Pulang Pisau masih di angka 18 persen, masih tinggi dari target rata-rata Nasional,” kata Ma’ruf saat diwawancarai di kantornya, Jalan Mentaren, Kecamatan Kahayan Hilir, Pulang Pisau, Rabu (17/1/2024).

Ma’ruf mengaku pihaknya mulai menyusun strategi untuk penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau. Salah satu yang akan dikerjakan adalah mini Loka karya pada minggu ke-3 bulan Januari 2024 ini.

Mini Loka karya ini untuk menggali data dari desa-desa melalui kecamatan yang akan  dilibatkan. Perwakilan semua kecamatan akan dihadirkan secara virtual. “Hasil dari mini Loka karya ini kami mengharapkan dapat data yang benar-benar akurat, jumlah stunting mulai dari balita di semua desa,” katanya.

Terkait pencegahan stunting, Ma’ruf mengatakan akan menyasar dan mendata ibu hamil, calon pengantin dan ibu yang dalam masa Nifas. “Kemudian kita akan  melakukan evaluasi di triwulan berikutnya, apakah ada penurunan atau tidak. Jika tidak ada perubahan, kita melakukan audit,” pungkasnya.

Voxkalteng.com mencoba menggali pandangan masyarakat terkait stunting. Tasya, salah satu warga Jalan Pananjung Tarung, Pulang Pisau, menyarankan perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus terkait apa itu stunting.

“Sosialisasi kepada ibu hamil supaya tahu soal gizi untuk anaknya,” katanya. Di sisi lain, kata Tasya, orangtua terutama para ibu perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup terkait asupan gizi anak dan pola hidup sehat. “Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah (dalam penurunan kasus stunting). Masyarakat harus berperan,” katanya. (MWF)

Pimpin Apel Hari Pertama Kerja Tahun 2024, Pj Bupati: Kita Wujudkan Pulpis Daerah Tangguh
Jadi Ketua DPRD Pulpis, Tandean Harapkan Dukungan Masyarakat dalam Menjalankan Tugas
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pulang Pisau Gelar Natal Bersama
RSUD Pulang Pisau Gowes Bareng RS Guntung Payung Banjarbaru
Sidak ke Disnakertrans, Wakil Bupati Pulpis Minta Ada Kotak Pengaduan Buruh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?