PALANGKARAYA – Jumlah penumpang pesawat dan kapal laut dari dan ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada November 2025 mengalami penurunan jika dibanding Oktober 2025. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, penumpang angkutan udara atau pesawat sepanjang November 2025 sebanyak 124.097 orang atau turun 2,99 persen dibanding Oktober 2025 sebanyak 127.928 orang.
Tak hanya penumpang angkutan udara, penurunan juga terjadi pada penumpang angkutan laut. Pada Oktober penumpang angkutan laut tercatat 34.854 orang, namun pada November menurun jadi 26.911 orang. Penurunan cukup drastic, mencapai 22,79 persen.
BPS mencatat frekuensi penerbangan dan kunjungan kapal laut juga berkurang. Frekuensi penerbangan mengalami penurunan sebesar 9,97 persen dibanding Oktober 2025, dari 1.525 penerbangan menjadi 1.373 penerbangan. Lalu lintas barang yang menggunakan angkutan udara juga turun sebesar 0,96 persen, dari 2.092 ton (Oktober 2025) menjadi 2.072 ton (November 2025). Selama November 2025, aktivitas penumpang angkutan udara (54,39 persen) dan arus barang (74,52 persen) terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut.
Sementara, frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalteng turun sebesar 14,99 persen, dari 1.014 kunjungan pada Oktober 2025 menjadi 862 kunjungan pada November 2025. Lalu lintas barang yang menggunakan angkutan laut juga turun sebesar 11,35 persen, dari 2,55 juta ton pada Oktober 2025 menjadi 2,26 juta ton pada November 2025.
Selama November 2025, aktivitas penumpang angkutan laut terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai sebanyak 75,55 persen, sementara arus barang terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit sebanyak 61,43 persen. Data ini dirilis BPS Kalteng melalui laman resminya pada Senin (5/1/2026). (VK1)


