PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Nyelong Inga Simon, menekankan pentingnya peran strategis kaum perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga ketahanan dan kualitas keluarga. Nyelong Inga Simon menyebut bahwa wanita Kalteng harus menjadi ‘Benteng Keluarga’ yang kuat dalam menghadapi tantangan utama, seperti stunting, kemiskinan struktural, dan degradasi moral.
“Ibu adalah manajer keluarga, menteri keuangan keluarga, dan pendidik utama. Kualitas sumber daya manusia Kalteng di masa depan sangat bergantung pada bagaimana para ibu hari ini menjalankan peran mereka. Kita harus pastikan mereka diberdayakan dan mendapatkan akses informasi yang benar,” kata Nyelong Inga Simon, Sabtu (1/11/2025).
Nyelong menyebut peran ibu sangat vital dalam upaya pencegahan stunting (kekurangan gizi kronis pada anak). Menurutnya, edukasi gizi yang tepat dan pemanfaatan potensi pangan lokal adalah kunci. Politisi PDI Perjuangan itu mendorong ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lumbung pangan keluarga, seperti menanam sayuran bergizi dan memanfaatkan hasil perikanan lokal untuk asupan protein.
Nyelong mendukung program-program PKK dan Posyandu untuk memberikan edukasi tentang 1.000 hari pertama kehidupan anak, yang merupakan periode kritis dalam pencegahan stunting.
Selain kesehatan, anggota DPRD Kalteng ini juga mendorong wanita untuk lebih mandiri secara ekonomi dan aktif dalam pendidikan anak. Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memberikan pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga, seperti mengolah produk lokal, kerajinan tangan, atau usaha mikro kecil (UMK) berbasis digital, agar memiliki sumber pendapatan tambahan yang memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Jika wanita Kalteng kuat secara gizi, cerdas dalam mendidik, dan berdaya secara ekonomi, maka keluarga akan menjadi benteng yang tak tergoyahkan. Dampaknya, stunting turun, kemiskinan menurun, dan kita akan menghasilkan generasi muda yang produktif,” tutupnya. (VK1)


