By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Pengeluaran Per Kapita Penduduk Kalteng Tertingi Se-Kalimantan, Paling Banyak untuk Makanan
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Ekonomi » Pengeluaran Per Kapita Penduduk Kalteng Tertingi Se-Kalimantan, Paling Banyak untuk Makanan

Pengeluaran Per Kapita Penduduk Kalteng Tertingi Se-Kalimantan, Paling Banyak untuk Makanan

16 Desember 2025
Share
SHARE

PALANGKARAYA – Tingkat pengeluaran per kapita penduduk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat paling tinggi jika dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan. Ini berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2025.

Hasil ini dirilis BPS Kalteng pada 5 Desember 2025 melalui laman resminya, dikutip voxkalteng.com, Selasa (16/12/2025).  Dalam laporan hasil Susenas,  rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kalteng dalam sebulan pada Maret 2025, mencapai Rp1.596.165,00. Jumlah ini juga lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar Rp 1.569.088,00. Nilai pengeluaran per kapita penduduk Kalteng per Maret 2025 juga tercatat mengalami kenaikan dibanding Maret 2024 sebesar Rp1.590.691,00.

Adapun pengeluaran per kapita penduduk Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025 tercatat Rp 1.187.500,00 per bulan. Sementara Kalimantan Selatan (Kalsel) Rp1.146.610,00 per bulan, Kalimantan Barat (Kalbar) Rp 1.388.077,00 per bulan, Kalimantan Utara (Kaltara) Rp 880.667,00 per bulan.

Tingginya angka pengeluaran per kapita penduduk Kalteng, salah satunya disebabkan kuantitas serta harga komoditas yang cenderung lebih tinggi dibandingkan provinsi lain.

BPS dalam Susenas membagi pengeluaran konsumsi dalam dua kelompok, yaitu pengeluaran untuk makanan (pengeluaran pangan) dan bukan makanan.  Pengeluaran penduduk Kalteng terbesar dialokasikan untuk pengeluaran kebutuhan makanan, yaitu sekitar 53,21 persen atau Rp849.309.

Sementara sisanya, yaitu sekitar 46,79 persen atau Rp746.856 digunakan untuk memenuhi pengeluaran bukan makanan. Dapat disimpulkan penduduk Provinsi Kalteng cenderung mengutamakan konsumsi makanan ketimbang bukan makanan. Penduduk Kalteng juga cukup tinggi dalam konsumsi Rokok dan Tembakau, mencapai 13,04 persen.

Komoditas beras masih menjadi sumber pangan utama dengan konsumsi mencapai 6,55 kg per kapita sebulan pada Maret 2025. Kondisi geografis Kalteng yang dilintasi oleh sebelas sungai besar menjadikan ikan dan udang segar sebagai lauk pauk hewani yang paling banyak dikonsumsi, yaitu sekitar 2,46 kg per kapita sebulan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi daging ayam ras/kampung maupun daging sapi yang hanya sebesar 0,03 kg per kapita sebulan.

Penduduk Kalteng juga tercatat mengkonsumsi kalori dengan rata-rata 2.113,16 kkal per kapita per hari. Rata-rata konsumsi protein juga mencapai 64,99 gram per kapita per hari pada Maret 2025. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, menggambarkan perbaikan pola konsumsi masyarakat. Asupan kalori penduduk Kalteng juga telah melampaui standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan, yaitu sekitar 2.100 kkal per kapita per hari, dan asupan protein pun telah memenuhi standar AKG, yakni 57 gram per kapita per hari.

Meski demikian, tingginya konsumsi rokok penduduk Kalteng patut menjadi catatan. Pengeluaran yang cukup besar pada rokok dan tembakau tentu mengurangi pemenuhan gizi keluarga. Kandungan yang bersifat toksik pada rokok dan tembakau juga dapat menimbulkan kecanduan dan berdampak negatif pada kesehatan. Tak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain.

Susenas merupakan survei yang diselenggarakan oleh BPS, untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut sangat dibutuhkan oleh pemerintah sebagai alat pemantauan program pembangunan khususnya di bidang sosial.  Susenas Maret 2025 di Provinsi Kalteng mengambil sampel 8.350 rumah tangga yang tersebar di 14 kabupaten/kota.  (VK1)

Setelah Ditetapkan DPO, Ketua dan Bendahara KONI Kotim Serahkan Diri, Langsung Ditahan
Polisi Sebut Pemeriksaan Wulan Guritno Belum Tuntas
Katingan Diguncang Gempa pada Senin Sore, Begini Penjelasan BMKG
Museum Balanga Gelar Ritual Dayak “Membersihkan” dan “Mendinginkan” Benda Pusaka
Perang Dagang Memburuk! AS Sudah Umumkan Tarif Impor dari China Lebih Tinggi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?