PALANGKARAYA – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Palangka Raya UKPR) Marselinus Darman meminta kepada pemerintah untuk berkomitmen menjaga kondusivitas menjelang Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 1 Januari 2024, di Provinsi Kalimantan Tengah.
Marcelo, panggilan akrabnya, mengatakan peristiwa Natal dikenang sebagai peristiwa kelahiran Sang Juru Selamat bagi umat Nasrani seluruh dunia yang dirayakan setiap tahun. Momentum Natal dijadikan sebagai hari bahagia bagi umat yang merayakan, namun di sisi lain ada pihak tertentu yang memanfaatkan peristiwa ini menjadi celah untuk melakukan kegiatan yang dilarang dalam norma maupun agama.
“Kita musti belajar dari tahun- tahun sebelumnya, seperti peristiwa pemboman belasan Gereja pada 24 Desember atau malam Natal tahun 2000 silam, yang dialami 13 kota di Indonesia, Medan, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Mataram dan kota lainnya, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 86 orang luka-luka. Kejadian yang sama di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu 7 Desember 2022 pagi,” kata Marcelo, dalam rilis kepada voxkalteng.com, Senin (27/11/2023).
Orang nomor satu di BEM Universitas Kristen Palangka Raya tersebut, juga mengingatkan agar Polri-TNI dan Pemerintah melakukan kesiagaan di setiap pintu masuk Provinsi Kalimantan Tengah, untuk menjaga kondusivitas jelang Nataru. Ini diatur dalam Pasal 29 UUD 1945 point 2 bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaan itu.
Dirinya menambahkan agar Polri Secara terkhusus di wilayah Kalimantan Tengah, harus ada terobosan baru agar kejadian tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi kembali. “Ini dimaksudkan untuk mencegah adanya aksi teror di tahun 2023,” katanya. (VK1)


