PALANGKARAYA – Menjadi tua itu pasti, tapi tua dan menawan itu pilihan. Kalimat bijak penuh nasihat ini disampaikan dr Leroy Lucano Sampotan M.Biomet (AMM) dalam materi bertajuk “Tetap Cantik dan Sehat di Usia Lanjut”, saat seminar Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia Ke-4 Tahun 2024, Minggu (28/7), di aula GSG Tjilik Riwut kompleks Gereja Katedral Palangkaraya.
Seminar ini diikuti ratusan lansia di wilayah Paroki Katedral Santa Maria Palangkaraya. Seminar ini rangkaian dari berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia Tahun 2024.
Dalam materinya, dr Leroy memberikan beberapa tips menuju sehat dan cantik di usia tua. Ada beberapa resep yang disampaikan. Di antaranya diet sehat, melakukan aktivitas fisik, berolahraga seperti renang, bersepeda, dan jalan kaki. Kemudian tidur yang cukup, 7-8 jam perhari, jangan tidur di atas jam 11 malam. Di samping itu perlu juga mengonsumsi antioksidan.
Dalam seminar ini, para lansia juga mendapatkan pengetahuan tentang menjaga kesehatan tulang yang disampaikan dr Andrea Wahyu Wicaksana SpOT. Disampaikan dr Andrey, penurunan fungsi tubuh tak bisa dihindari seiring menuanya usia. Penuaan tak bisa dilawan, tapi kesehatan bisa dijaga.
Dijelaskan, tubuh terdiri dari 206 tulang dan 230 sendi. Kekuatan tulang dan sendi akan menurun seiring bertambahnya usia. “Saat bergerak mungkin lutut mulai berbunyi, sebagai tanda semakin berkurangnya cairan sendi,” kata Andrea.
Fungsi tulang dan sendi mulai mengalami penurunan ketika usia memasuki 40 tahun. Nyeri tulang dan sendi mulai sering dirasakan. Terutama bagian tubuh yang paling sering mengalami pergerakan dan banyak menahan beban tubuh. Seperti pinggang, lutut, dan tulang belakang.
Bagaimana cara menjaga tulang dan sendi? Dokter Andrea memberikan beberapa tips. Di antaranya, berat badan harus ideal, jangan kegemukan. Tidak boleh mengangkat beban berat, sebab rawan cedera. Perlu olahraga ringan seperti jalan santai dan berenang. Dan yang tak kalah penting, tetap beraktivitas dan bersosialisasi. “Jaga hati agar tetap senang dan gembira,” katanya.
Seminar ini diikuti ratusan lansia. Panitia mencatat ada 196 orang yang hadir. Di samping seminar, panitia juga memberikan pelayanan periksa kesehatan gratis, berupa gula darah dan asam urat. Juga ada game uji keseimbangan tubuh. Ketua Panitia Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia Ke-4 Tahun 2024, Niko Yohanes Ilai mengatakan, jumlah peserta yang hadir melampaui ekspektasi panitia. “Target kita 150 orang, ternyata yang hadir lebih dari itu, puji Tuhan,” kata Niko.
Usai kegiatan, para lansia yang hadir masing-masing mendapatkan bibit pohon buah-buahan berupa jambu biji, rambutan, cempedak dan durian. Ada 400 bibit pohon buah yang dibagikan, sumbangan dari BPDAS Kahayan. Di samping itu ada juga bingkisan dan berbagai hadiah lainnya. (VK1)


