PALANGKA RAYA – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengapresiasi keberadaan perusahaan besar Citra Indah Borneo (CBI) Group milik pengusaha kaya H Abdul Rasyid. CBI Group mengelola bisnis hulu dan hilir kelapa sawit. Hal ini sebagai Penggerak perekonomian daerah dan penopang perekonomian Nasional. Wapres juga memuji kiprah H Abdul Rasyid yang mampu membangun perusahaan raksasa di Kalteng.
Hal tersebut disampaikan Wapres saat peresmian Proyek CBI Group berupa Hotel Mercure, Abdul Rasyid Tower serta Project Downstream PT. Citra Borneo Utama, Tbk (CBUT), yang berada di Kawasan Industri PT Surya Borneo Industri (SBI) di Tempenek, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (26/10/2023). Wapres dan istrinya, Hj. Wury Maruf Amin, tiba di Pangkalan Bun sejak Selasa (25/10/2023) sore.
” Bukan saja membangun pabrik konsentrat, pakan ternak dan produk turunan kelapa sawit lainnya, ternyata Owner CBI Group Abdul Rasyid juga turut serta mendukung pengembangan hotel bintang 4 di Pangkalan Bun. Dengan adanya Hotel Mercure Pangkalan Bun ini, tentunya akan berdampak pada sektor perekonomian daerah,” kata Wapres.
Wapres mengakui, keberadaan perusahaan besar swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah, mampu menopang perekonomian Nasional dan sebagai salah stau industri strategis nasional.
Menurut Wapres, Indonesia dianugerahi Tuhan Yang Maha Esa dengan kekayaan alam yang luar biasa dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Di sektor perkebunan, Indonesia menjadi penghasil sawit terbesar di dunia, bahkan Kalimantan Tengah sendiri menyumbangkan sekitar 7 dari 45 juta ton produksi kelapa sawit nasional tahun 2022.
“Keberadaan PBS kelapa sawit ini saat ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, dan dari kelapa sawit ini juga bangkitnya industri strategis nasional yang menghidupi hingga 20 juta jiwa,” jelas Wapres.
Wapres mengakui, hal yang paling menarik pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah ini, terintegrasi dengan pengembangan sapi. Sehingga pengembangan mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dan susu segar Nasional.
“Kabupaten Kobar dengan keindahan wilayahnya menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di Kalteng, terutama dengan keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting, Kesultanan Kutaringin dan lainnya. Tentunya hal ini harus dimanfaatkan secara baik dan bijak untuk kesejahteraan masyarakat, tapi juga dengan tetap memperhatikan asas lestari di dalam pengelolaan dan pemanfaatan,” kata Wapres.
Dengan adanya pembangunan proyek CBI Group ini, Wapres yakin berdampak bagi penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menambah pendapatan daerah maupun negara, sekaligus membangun komunitas lokal dan mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitar.
Wapres juga mengakui CBI Group yang merupakan Perusahaan besar atau holding company milik Pengusaha Nasional asal Provinsi Kalimantan Tengah, H. Abdul Rasyid AS, memiliki visi dan misi yang sangat jauh terdepan, ingin meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah.
Sementara, Owner CBI Group Abdul Rasyid menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wapres yang meresmikan langsung sejumlah proyek CBI Group. Ia menceritakan perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 1999 sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, CBI Group berkembang dan menjelma menjadi sebuah Group Perusahaan besar yang mendunia.
Menurut Abdul Rasyid, perjalanan hampir 25 tahun ini, membuat jaringan bisnis CBI semakin kuat dan berkembang di berbagai sektor industri, dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada lima segmen usaha.
Terdiri dari Perkebunan Kelapa Sawit, Hilirisasi Industri Kelapa Sawit, Kawasan Industri dan Pembangkit Tenaga Listrik, Angkutan Laut dan Peternakan.
“CBI Group memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia, khususnya di daerah Kalimantan Tengah. Untuk pengembangan industri Hilir dan Pelabuhan, kami pun mengharapkan dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan infrastruktur,” kata Abdul Rasyid. vk8


