By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Vox KaltengVox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Reading: Tahun 2023, Ada 353 Kasus Stunting di Barito Timur
Share
Vox KaltengVox Kalteng
  • Beranda
  • Kalteng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Search
  • Beranda
  • Kalteng
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangkaraya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Religi
  • Showbiz
Follow US
Beranda » Kalteng » Barito Timur » Tahun 2023, Ada 353 Kasus Stunting di Barito Timur

Tahun 2023, Ada 353 Kasus Stunting di Barito Timur

15 Januari 2024
Share
SHARE

TAMIANG LAYANG – Kasus stunting di Kabupaten Barito Timur (Bartim) tahun 2023, mencapai 353 jiwa pada 221 Kepala Keluarga (KK). Angka ini berdasarkan data
elektonik pencatatan dan pelaporan Gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).

Data stunting itu dipaparkan Penjabat (Pj)Bupati Barito Timur (Bartim) Indra Gunawan, saat melaporkan Capaian Kinerja Triwulan I Pemkab Bartim, di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pekan lalu.

Kemendagri melakukan evaluasi kinerja Pj Bupati selama tiga bulan awal bertugas. Pj Bupati Bartim pada kesempatan itu dampingi Sekda dan 19 Pejabat Pimpinan Tinggi di Pemkab Bartim. Ada 10 parameter yang dilaporkan, salah satunya stunting.

Disampaikan, prevalensi stunting di Bartim 26,8% hasil Status Survey Gizi Indonesia (SSGI). Bartim berapa di peringkat 7 terendah stunting di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dijelaskan, ada 2.860 KK di Bartim beresiko stunting. Sebanyak 92,27 dari jumlah itu telah dilakukan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga.

“Untuk mencapai target penurunan angka stunting hingga 14 persen, Pemkab Bartim melakukan sejumlah upaya,” kata Pj Bupati. Upaya itu, mengoptimalkan TPK (Tim Pendamping Keluarga), perbaikan administrasi penaganan stunting, melibatkan berbagai unsur masyarakat dan TNI/POLRI juga private sector, mengajarkan kreasi Makanan Pendamping Asi (MPASI) dan mengoptimalkan peran OPD yang terlibat.

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. (VK6)

Banjir di Teluk Batu Setinggi 1 Meter, Jalan Palangkaraya-Buntok Lumpuh
Ngeri! Pria di Barito Utara Gergaji Lehernya Sendiri Hingga Tewas
Kobar Sukses Raih Adipura Ke-13, Pj Bupati Menangis di Depan Petugas Kebersihan: Saya Malu Bapak Ibu Digaji Rendah
Total Aset Capai Rp14,70 Triliun, Gubernur Akui Bank Kalteng Tumbuh Positif
Kapolda Kalteng Janji Usut Tuntas Kasus Bangkal, Begini Kata Keluarga Korban Tewas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Vox KaltengVox Kalteng
© Vox Kalteng 2023. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Masuk ke Akun Admin

Username or Email Address
Password

Lost your password?