PALANGKARAYA – Perselisihan antara rombongan Panglima Pajaji dari Kalimantan Barat (Kalbar) dengan seorang pegawai SPBU di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), viral di media sosial.
Dalam video terlihat beberapa pria bertato termasuk Panglima Pajaji, terlibat cek-cok hingga pemukulan terhadap pegawai SPBU. Pegawai SPBU itu pun tampak tidak terima dan melakukan perlawanan.
Peristiwa ini diketahui terjadi di SPBU Jalan Tjilik Riwut Km12 Palangkaraya, Sabtu (13/1/2024) lalu. Videonya baru beredar luas di media sosial pada Kamis (18/1/2024).
Pegawai SPBU itu diketahui bernama Andri, warga Kota Palangkaraya. Jumat (19/1/2024), Andri menceritakan kronologi kejadian, dalam rapat terbatas DAD Kalteng di Huma Betang Jalan RTA Milono Palangkaraya.
Ia menjelaskan, permasalahan berawal adanya salah paham antara rombongan Panglima Pajaji dengan dirinya.
Ketika itu, Andri sedang bertugas sebagai operator di SPBU bersama dua rekannya. Kemudian datang sebuah mobil yang hendak mengisi BBM.
Lalu temannya mengatakan orang di dalam mobil yang mirip Panglima Pajaji yang viral pada aplikasi Tiktok. Usai mengisikan BBM, rekannya bermaksud mengajak bercanda sambil menunjuk ke rekannya yang lain bernama Tole, lalu mengatakan “Kalau dia itu Panglima apa?”
“Atas candaan itu, spontan saya ucap panglima kont*l,” tutur Andri. Rupanya ucapan itu didengar oleh salah satu dari penumpang dalam mobil, yang ternyata memang benar Panglima Pajaji dan teman-temannya.
Meski demikian, saat itu tidak terjadi apa-apa. Mobil yang membawa rombongan itu berlalu begitu saja. Namun sekitar 20 menit kemudian, mobil rombongan Panglima Pajaji datang kembali. Mereka langsung memarahi Andri.
Saat itu, rombongan Panglima Pajaji menanyakan maksud perkataan korban yang seakan-akan mengejek Panglima Pajaji. Andri lalu berusaha menceritakan kronologi kejadian hingga keluar kalimat itu.
Tetapi rombongan itu terlanjur marah hingga memukul Andri, lalu dileraikan oleh pemilik SPBU. Kemudian, permasalahan tersebut berakhir damai secara kekeluargaan dan kedua belah pihak telah saling memaafkan. “Setelah itu kami langsung damai,” kata Andri. (VK1)


